Ngeri! Ulat Hidup Bergerak dari Susu MBG di Sampang, Pengelola Dapur dan Korwil Pilih Bungkam

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap kesehatan anak-anak, justru tercoreng oleh temuan yang mengejutkan di Kabupaten Sampang.

Pada Senin (16/6/2026), susu yang dibagikan kepada siswa dalam wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sampang Jrengik Kalangan Prao,

Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia (Kemas) Dapur Bejreh diduga mengandung ulat hidup. 

Yang lebih mengkhawatirkan, ulat tersebut tidak ditemukan dalam kondisi mati, melainkan terlihat masih bergerak setelah susu dituangkan.

Temuan ini sontak memicu keresahan dan kemarahan masyarakat, pasalnya, produk yang seharusnya menjadi sumber nutrisi bagi anak-anak sekolah justru diduga telah terkontaminasi sebelum dikonsumsi.

Jika ulat hidup berada di dalam susu yang telah didistribusikan kepada siswa, maka persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai insiden sepele. 

Publik mempertanyakan bagaimana produk dengan kondisi seperti itu bisa lolos dari proses pemeriksaan dan sampai ke tangan penerima manfaat.

Baca Juga :  Tanpa Serap Anggaran Daerah, Kabid Resos Dinsos Bangkalan Gagas Program Santunan Makan Harian untuk Lansia Rentan

Sejumlah pihak menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya dugaan lemahnya pengawasan kualitas pangan dalam rantai distribusi MBG. 

Sebab, keberadaan ulat hidup mengindikasikan adanya masalah serius yang seharusnya dapat terdeteksi sebelum produk dibagikan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program di wilayah tersebut justru memilih bungkam.

Firda selaku pengelola dapur SPPG Bejreh tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait temuan susu diduga berulat tersebut. 

Pertanyaan mengenai mekanisme pemeriksaan bahan pangan dan langkah evaluasi pascakejadian tidak dijawab.

Sikap serupa juga ditunjukkan Ratna selaku Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sampang, upaya konfirmasi yang dilakukan Angkatberita.id terkait tindak lanjut dan pengawasan terhadap insiden tersebut juga tidak mendapatkan respon, kebungkaman para penanggung jawab ini justru memperbesar tanda tanya di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Empat Tahun Tanpa Tersangka, Dugaan Korupsi Honor BPD Karang Gayam Uji Ketegasan Polres Sampang

Jika masalah berasal dari pemasok, mengapa produk tersebut bisa lolos pemeriksaan? Jika pemeriksaan telah dilakukan, bagaimana mungkin ulat hidup masih ditemukan di dalam susu? 

Apakah prosedur pengawasan benar-benar berjalan, atau hanya sebatas formalitas administrasi? Pertanyaan-pertanyaan itu hingga kini belum terjawab.

Yang pasti, kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG bukanlah perkara kecil, orogram yang menyasar anak-anak sekolah semestinya menerapkan standar pengawasan paling ketat, bukan justru menyisakan kekhawatiran tentang keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa setiap hari.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur maupun Korwil SPPG Sampang, masyarakat menunggu penjelasan terbuka, sekaligus langkah konkret untuk memastikan kejadian susu diduga berulat hidup ini tidak kembali terulang di kemudian hari.

Media ini masih menunggu tanggapan para petinggi yg membidangi, sebelum melangkah ke korwil propinsi.

Berita Terkait

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Berita Terbaru