“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN (ANGKAT BERITA) Proyek rehabilitasi saluran irigasi melalui program HIPPA di salah satu desa Kecamatan Pamekasan ini betul betul parah hingga menyisakan tanda tanya besar, bukan karena progresnya lambat, melainkan karena bangunan lama yang semestinya dibongkar justru dipertahankan lalu “didandani” agar tampak seperti pekerjaan baru. Selasa (28/07)

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, tim pendamping sebelumnya telah memerintahkan pelaksana agar seluruh saluran lama dibongkar, arahan itu bukan tanpa alasan, pekerjaan harus mengikuti perencanaan dan spesifikasi teknis, bukan sekedar mempercantik konstruksi yang telah ada.

Pelaksana disebut menyatakan kesediaannya, kesepakatan telah dibuat, namun, yang terjadi di lapangan justru berbeda, saluran lama tidak dibongkar, bagian yang rusak hanya direparasi, permukaannya diperbarui, lalu pekerjaan dilanjutkan seolah tidak ada persoalan.

Baca Juga :  "Masa Teller Kejar Target Kredit?" Kuasa Hukum Bongkar Kejanggalan BRI Sumenep

Perbedaan antara kesepakatan dan pelaksanaan itu memunculkan pertanyaan mendasar, mengapa pembongkaran yang telah disetujui tidak dilakukan? Siapa yang akhirnya membiarkan pekerjaan bergeser dari rencana awal?

Jika pekerjaan cukup dilakukan dengan menempelkan material baru di atas konstruksi lama, maka publik berhak mempertanyakan apakah volume pekerjaan benar-benar dikerjakan sesuai dokumen perencanaan, sebab, Pembangunan bukan sekedar mengecat wajah bangunan lama agar tampak baru.

Baca Juga :  Ratusan Ormas Hadiri Apel Siaga Kamtibmas, Polres Jakbar Ajak Jaga Jakarta Secara Harmonis

Yang lebih mengherankan, hingga pekerjaan berjalan, tidak terlihat adanya tindakan tegas untuk menghentikan atau memaksa pelaksana membongkar bagian yang dinilai tidak sesuai, padahal tim pendamping telah mengetahui kondisi tersebut sejak awal.

Masyarakat berharap dinas terkait turun langsung memeriksa kesesuaian pekerjaan dengan gambar kerja, RAB, dan spesifikasi teknis, bila ditemukan penyimpangan, evaluasi tidak cukup berhenti pada pelaksana, fungsi pengawasan juga patut dipertanyakan, sebab proyek yang dibiayai uang rakyat seharusnya dibangun sesuai aturan, bukan sekedar dipoles agar terlihat selesai.

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Berita Terbaru