Man Jadda Wajada, Tapi Hidayatut Thalibin Pilih Akhlak di Atas Segalanya

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep||angkatberita – Meski maqolah Man Jadda Wajada: siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil, akrab di telinga santri, Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin Sumenep menegaskan sikap berbeda. Di puncak Opening Ceremony yang dirangkai pengukuhan kelulusan siswa kelas BII, VI, IX, XII sekaligus peringatan Harlah ke-57 dan tasyakuran pondok, pesantren ini memilih akhlak sebagai mahkota pendidikan.

Di tengah suasana khidmat dan semarak di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, pesantren menegaskan bahwa akhlak jauh lebih utama daripada sekadar kecerdasan.

Kegiatan tersebut dihadiri para masyayikh, kepala sekolah seluruh jenjang, dewan guru, siswa, wali santri, serta masyarakat.

Baca Juga :  Membedah Sejarah dan Peran Strategis Yonkav 8/NSW Kostrad di Usia ke-64 Tahun

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, K.H. Naufal Abdul Mannan, menegaskan pesantren tidak berambisi mencetak santri yang hanya unggul secara akademik.

Baginya, yang jauh lebih penting adalah melahirkan generasi berakhlak mulia dan membawa manfaat bagi sesama.

“Saya tidak berharap santri menjadi orang yang sekadar pintar, tetapi menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pintar bisa disalahgunakan, tetapi orang yang baik pasti akan menggunakan ilmunya di jalan yang benar,” tegasnya, Minggu, (28/6/26).

Baca Juga :  Samsat Bangkalan Dikepung Isu Calo dan Pungli, Kasat Lantas Janji Manis Tapi Bungkam Soal Sistem Main Belakang

Ia menegaskan, prinsip itu sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

K.H. Naufal menambahkan, kesungguhan atau jadda wajada tetap penting dalam menuntut ilmu. Namun tanpa akhlak, kecerdasan bisa menjadi bumerang.

Pesan tersebut menjadi ruh pendidikan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin selama 57 tahun mengabdi, yakni mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak, berintegritas, dan siap memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat, pungkasnya.

Berita Terkait

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru