
Bangkalan. Angkatberita.id
Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Madura Asli Sedarah (MADAS) Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi yang dihadiri pengurus harian, sejumlah anggota, serta hadir Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) DPP MADAS, Nurul Huda, Minggu (23/12).
Rapat yang digelar di salah satu Kafe di wilayah Tanah Merah ini menjadi momen penting untuk menegaskan eksistensi MADAS sebagai lembaga sosial kemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjawab berbagai stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
Dalam arahannya, Nurul Huda menekankan pentingnya soliditas dan satu komando di tubuh MADAS, mengingat organisasi ini memiliki massa besar yang tersebar di seluruh Indonesia.
“MADAS adalah lembaga besar yang menghimpun warga Madura di seluruh Nusantara. Karena itu, kekompakan dan satu komando menjadi kunci agar amanah organisasi ini bisa dijalankan dengan baik dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya dualisme persepsi terhadap kelembagaan MADAS, yang kerap dipandang identik ketidakkompakan dan disertai dengan aksi-aksi keras. Menurutnya, pandangan tersebut harus diluruskan melalui langkah nyata di lapangan.
“Stigma negatif itu harus kita hapus secara perlahan dengan aksi sosial yang konkret. MADAS harus hadir sebagai organisasi yang humanis, bermartabat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nurul Huda.
Sebagai bentuk penguatan struktur organisasi, Nurul Huda memastikan seluruh DPAC MADAS di Kabupaten Bangkalan akan segera dikukuhkan secara resmi. Pengukuhan tersebut direncanakan berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan pada 25 Januari mendatang.
“Saya akan menuntaskan seluruh legalitas DPAC di Bangkalan agar saat pengukuhan nanti semuanya siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPAC MADAS Tanah Merah, Asari, menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut akan segera diterjemahkan dalam langkah nyata di wilayah Tanah Merah sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada MADAS.
“Setelah pengukuhan, kami akan mulai dari hal-hal kecil namun nyata. MADAS Tanah Merah siap bersinergi dengan Muspika dan kepala desa agar keberadaan organisasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa MADAS bukan organisasi yang identik dengan kekerasan, tetapi menjunjung tinggi etika, kepedulian sosial, serta kehormatan warga Madura,” ujar Asari.
Menurutnya, pendekatan sosial dan kolaboratif dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik. Dengan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, MADAS Tanah Merah optimistis dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan sekaligus menjadi ruang pemersatu warga Madura dalam bingkai nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Selanjutnya Nurul Huda berharap, melalui pendekatan sosial yang konsisten dan kolaboratif ini, citra MADAS di tengah masyarakat akan semakin positif. Ia optimistis, nilai kebermanfaatan yang dihadirkan organisasi besar ini akan memperkuat persatuan warga Madura dalam bingkai sejarah dan kebersamaan di bawah naungan MADAS Sedarah.





Komentar