
JAKARTA (ANGKAT BERITA) — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) dan menyebabkan kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh guna menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat, khususnya pelajar.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam keterangannya kepada media pada 6 Februari 2026 menegaskan bahwa dapur MBG yang menyebabkan keracunan dapat ditutup sementara bahkan permanen jika pelanggaran berulang.
“Ya kan mereka ditutup karena terjadi keracunan… ternyata ada tata kelola yang salah,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam laporan evaluasi nasional yang disampaikan pada 3 Februari 2026, BGN juga menyatakan telah menonaktifkan puluhan dapur MBG bermasalah sebagai bagian dari proses pengawasan dan penegakan standar keamanan pangan.
“Nonaktif sementara ini adalah bagian dari proses evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Nanik.
Kasus keracunan massal di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi salah satu pemicu penghentian operasional dapur MBG, kepala BGN Dadan Hindayana pada 4 Februari 2026 menyampaikan bahwa distribusi makanan dari dapur terkait telah dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi.
“SPPG sudah dihentikan dan investigasi sedang dilakukan,” ujarnya.
Investigasi menemukan sejumlah pelanggaran SOP, mulai dari sanitasi alat makan yang buruk, sistem pencucian tidak standar, hingga tata kelola dapur yang tidak sesuai ketentuan keamanan pangan, pengawasan juga diperluas ke berbagai daerah, termasuk wilayah Madura.
Informasi di daerah Madura menyebutkan bahwa operasional dapur MBG di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, saat ini berada dalam tahap evaluasi dan pengawasan guna memastikan kepatuhan terhadap SOP serta standar keamanan pangan.
Langkah pengawasan dilakukan sebagai upaya pencegahan agar insiden keracunan tidak terjadi, sekaligus memastikan seluruh SPPG memenuhi standar kelayakan operasional sebelum distribusi makanan dilakukan secara penuh.
Pemerintah menegaskan bahwa program MBG secara nasional tetap berjalan, penghentian operasional hanya diberlakukan kepada dapur yang terbukti bermasalah hingga memenuhi standar kelayakan operasional.
BGN memastikan dapur yang ditutup sementara baru dapat kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan menyeluruh dan lolos verifikasi ulang, termasuk langkah mitigasi trauma bagi penerima manfaat yang terdampak kasus keracunan.








Komentar