MURATARA (ANGKAT BERITA) – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyampaikan apresiasi atas penilaian yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Badan Pusat Statistik terkait kinerja pengendalian inflasi daerah.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Kabupaten Musi Rawas Utara berhasil menempati posisi terbaik kedua tingkat regional Sumatera dalam kategori kabupaten.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Berbagai langkah strategis seperti pengendalian harga bahan pokok, pemantauan distribusi, serta penguatan koordinasi lintas sektor dinilai efektif dalam menekan inflasi di wilayah tersebut.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja Pemkab Muratara dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. Selain kategori pengendalian inflasi, apresiasi juga diberikan pada sejumlah indikator lain seperti penurunan tingkat pengangguran, pengurangan angka kemiskinan dan stunting, serta inovasi dalam pembiayaan daerah (creative financing).
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah melalui pemberian insentif fiskal berbasis capaian. Penilaian dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 serta diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.
Dalam keterangannya, Bupati Devi Suhartoni menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik atas penilaian yang telah diberikan. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Muratara berhasil meraih posisi terbaik kedua di regional Sumatera dalam kategori pengendalian inflasi tingkat kabupaten.

“Capaian ini bukanlah akhir, melainkan penegasan bahwa upaya pengendalian harga kebutuhan pokok sudah berada di jalur yang benar. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah dan para pelaku usaha,” ujarnya
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap distribusi dan harga barang kebutuhan pokok. Menurutnya, tanpa kontrol yang ketat, potensi kenaikan harga secara tidak wajar bisa terjadi, terutama dengan berbagai alasan seperti distribusi dan biaya transportasi.
“Kita tidak ingin ada permainan harga. Pangkalan nakal harus ditindak, distribusi harus diawasi, dan operasi pasar harus terus dilakukan agar harga tetap stabil,” tegasnya
Lebih lanjut, Bupati mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan potensi lokal, seperti menanam sayur-mayur dan cabai, guna menjaga stabilitas pasokan serta memperkuat ekonomi rumah tangga.
Di sisi lain, Pemkab Muratara juga terus fokus pada penanganan isu sosial lainnya. Program penurunan pengangguran akan diperkuat melalui pelatihan kerja, sementara penanganan stunting dan kesehatan ibu hamil terus ditingkatkan. Tercatat, angka kemiskinan pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing berhasil ditekan sebesar 3 persen. Ke depan, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 15 persen menjadi 11 persen pada tahun 2028, berdasarkan metodologi pengukuran dari BPS.
Mengakhiri pernyataannya, Bupati Devi Suhartoni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan membangun citra positif daerah.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Muratara. Mari kita terus bergandengan tangan membangun daerah yang kita cintai ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.





Komentar