Sumenep||angkatberita – Gaya elit tak sejalan dengan mental bayar utang. Alih-alih melunasi tanggungan arisan yang macet sejak 2022, anggota arisan online berinisial OLF, warga Talesek, Desa Gapura Barat, Kec. Gapura, justru kedapatan menebus mobilnya yang digadai, Senin (4/5/2026).
Fakta itu diungkap penyelenggara arisan berinisial YAP, yang mengaku menanggung kerugian hingga Rp95.243.000 akibat ulah OLF.
Kasus ini bermula 18 Juni 2022. Saat itu YAP membuka arisan get online senilai Rp20 juta per grup. OLF tercatat mengikuti 20 grup sekaligus. Namun sejak awal keikutsertaan, pembayaran OLF sudah macet.
Saat ditagih, OLF justru mengajukan pinjaman modal ke YAP dengan alasan menutup tunggakan. YAP menolak karena beban OLF sudah menumpuk.
Upaya penagihan tak membuahkan hasil. OLF sulit dihubungi dan tak ada di rumah saat didatangi. OLF sempat menyebut akan difasilitasi kakaknya, H. AFN, yang merupakan pengasuh salah satu tokoh masyarakat di Desanya. Namun pertemuan yang dijanjikan tak pernah terealisasi.
Pertengahan 2023, OLF kembali berjanji melunasi utang dengan hasil jual sapi. Janji tinggal janji. Akhir Maret 2026, OLF menyanggupi mencicil Rp10 juta per 2 bulan. Jatuh tempo, realisasinya hanya Rp1 juta per bulan lewat pesan WhatsApp.
Ironisnya, saat YAP hendak menyelesaikan secara kekeluargaan, OLF menantang untuk datang ke rumahnya dengan dalih akan menghadirkan H. AFN sebagai penengah. Giliran YAP datang, OLF justru mengalihkan kasus ke pengacara yang telah ditunjuk.
Puncaknya, YAP mengaku mendapat informasi OLF baru saja menebus mobil yang digadai.
“Bilangnya gak ada uang. Tapi kok buat nebus mobil bisa. Kenapa tidak dahulukan tanggungannya kalau memang niat bayar?” ujar YAP, Senin (4/5/2026).
“Kerugian ini dari 20 grup yang dia ikuti. Dari awal nunggak, janji berkali-kali, libatkan keluarga, terakhir malah dilempar ke pengacara. Gaya elit, tapi mental kere,” tegas YAP.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada OLF maupun H. AFN masih dilakukan. YAP menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan wanprestasi yang dilakukan OLF.






Komentar