Sampang||angkatberita.id— Proyek rehabilitasi 3 kelas SDN Banyuanyar 1 di Kabupaten Sampang telah dimulai sejak 19 Juli 2024.
Berdasarkan data dari laman LPSE Kabupaten Sampang, proyek ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran sebesar Rp 444.035.200 dan dikerjakan oleh CV Membangun Pilar Perkasa.
Meski pelaksanaan proyek ini telah berjalan hampir dua bulan, pantauan media pada Sabtu, 14 September 2024, menunjukkan bahwa tidak ada pembongkaran gedung secara keseluruhan. Fokus utama dari rehabilitasi ini adalah perbaikan pada bagian atap dan kusen yang mengalami kerusakan.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah memberikan tanggapan mereka terkait proyek ini. Beberapa di antaranya merasa bahwa pengerjaan perbaikan perlu diawasi lebih ketat agar sesuai dengan harapan masyarakat. “Kami ingin proyek ini dijalankan dengan transparan dan tuntas, karena ini adalah sekolah anak-anak kami. Kami sebagai warga sangat berharap hasilnya memuaskan,” ujar seorang warga setempat.
Tokoh masyarakat lainnya juga menyuarakan kekhawatiran yang sama. “Penting bagi kami untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran ini dimanfaatkan dengan baik. Proyek ini tidak hanya tentang memperbaiki bangunan, tapi juga tentang memberikan fasilitas yang aman dan layak bagi anak-anak kami untuk belajar,” ungkapnya.
Warga mengajak seluruh pihak, termasuk para orang tua siswa, untuk bersama-sama mengawasi jalannya proyek rehabilitasi ini. “Kami semua punya tanggung jawab untuk memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik. Jangan sampai nanti ada keluhan setelah proyek selesai,” lanjut salah seorang warga yang ditemui di sekitar sekolah.
Sementara itu, informasi dari laman LPSE menunjukkan bahwa proyek ini seharusnya sudah berjalan sesuai jadwal, meskipun belum terlihat progres yang signifikan dari segi pembongkaran bangunan. Warga berharap adanya laporan perkembangan yang lebih jelas dari pihak terkait agar masyarakat dapat memantau proyek dengan lebih mudah.
Selain itu, masyarakat setempat mengharapkan adanya dialog terbuka antara pihak pelaksana proyek dan warga agar keluhan atau masukan yang ada bisa segera ditanggapi. “Dengan anggaran sebesar itu, sudah seharusnya proyek ini menghasilkan sesuatu yang benar-benar berkualitas. Kami tidak ingin ada pekerjaan yang asal jadi,” ungkap salah seorang orang tua siswa.
Rehabilitasi SDN Banyuanyar 1 ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan kenyamanan lebih baik bagi para siswa dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar. Perbaikan fasilitas pendidikan seperti ini sangat penting untuk mendukung mutu pendidikan di Kabupaten Sampang.
Masyarakat setempat menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dalam proses pengawasan proyek ini agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang diharapkan. Mereka juga berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian ekstra terhadap keberlangsungan proyek ini, sehingga hasil akhirnya benar-benar bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya para siswa.
Dengan perhatian dan pengawasan yang ketat, proyek rehabilitasi ini diharapkan dapat mencapai tujuan utamanya, yakni memberikan fasilitas belajar yang lebih aman dan nyaman untuk para siswa SDN Banyuanyar Satu.








Komentar