Sumenep||angkatberita-Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Jawa Timur menjadi “lahan basah” dalam dugaan praktik korupsi. Mulai dari renovasinya pada 2024 hingga pada pengelolaannya. Berikut temuan Angkat Berita yang bakal ditulis secara berkala.
SAAT Angkat Berita melintas di jalan lingkar timur Kota Sumenep, tepatnya di depan Terminal Arya Wiararaja pada malam Idul Adha 2025, tampak tulisan “Minal Wiraraja” yang diterangi neon Light Emitting Diode (LED)di teras bangunan.
Meski bertepatan dengan Iduladha 1446 Hijriyah, tentu tulisan itu bukan karena menyambut Hari Raya Kurban dengan ucapan “Minal Wiraraja”, tapi karena LED neon kata “Ter” pada kata “Terminal” memang mati.
Tak puas dengan hanya melihat pada malam hari, Angkat Berita kembali lagi ke terminal ujung timur Madura itu siang hari pasca Iduladha. Kali ini tak hanya melihat terminal dari luar, tapi juga merangsek masuk ke sejumlah lokasi terminal.
Hal itu untuk membuktikan keluhan masyarakat selama ini. Sebab, belum genap setahun sejak pengoperasiannya 21 Januari 2025, tapi banyak fasilitas bangunan terminal tipe A itu yang sudah protol.
Mulai dari polisi tidur atau “speed hump” di pintu masuk/ keluar bus yang berserakan hingga pada panel dinding bangunan yang mulai protol.
Ironisnya, proyek renovasi terminal senilai Rp 28.899.000.000 yang digelontorkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI pada 2024 itu minim pengawasan.
“Kalau hujan deras di sini (Terminal Arya Wiraraja) parah Mas. Selain banjir di halaman, atap bangunan di beberapa lokasi juga merembes,” kata salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Bersambung.. (Asm)







Komentar