ICZM, Cara Baru Menata Pesisir Sumenep: Bukan Sekadar Bangun Tanggul

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi soroti pengelolaan Kelautan Sumenep, Kamis (11/12/2025).

Sumenep, angkatbetita.id — Pengelolaan pesisir Sumenep kembali menjadi sorotan setelah berbagai titik pantai mengalami abrasi dan tekanan ruang yang semakin kompleks. Di tengah kondisi tersebut, Andi Kurniawan, mahasiswa pascasarjana Teknik Kelautan ITS, mendorong pemerintah daerah untuk mulai menerapkan pendekatan ICZM (Integrated Coastal Zone Management) sebagai cara modern dan terpadu dalam menjaga pesisir.

Menurut Andi, Sumenep memiliki garis pantai yang panjang dan potensi pesisir yang sangat besar—from Pantai Lombang, Slopeng, hingga pulau-pulau kecil seperti Gili Labak. Namun potensi ini terancam bila pengelolaan masih dilakukan secara parsial dan reaktif.

“Sumenep ini ibarat harta karun pesisir di ujung timur Madura. Tetapi kondisi pesisirnya sedang tertekan oleh abrasi, konflik ruang, dan kerusakan ekosistem. Kita tidak bisa lagi mengandalkan solusi tunggal seperti bangun tanggul di mana-mana,” tegas Andi Kurniawan.

Ia menjelaskan bahwa ICZM adalah pendekatan yang menyatukan daratan, pesisir, dan laut dalam satu sistem perencanaan. Pendekatan ini menuntut kolaborasi lintas sektor—perikanan, pariwisata, lingkungan, hingga industri garam—serta melibatkan masyarakat pesisir sebagai pengambil keputusan.

Baca Juga :  Wabup Katamso Tutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup 2026

“ICZM itu sederhananya cara mengatur pesisir secara terpadu. Semua sektor duduk satu meja, keputusan berbasis data, dan warga pesisir tidak menjadi objek, tapi subjek pembangunan,” ujarnya.

Andi menegaskan bahwa Sumenep berada pada kondisi yang sangat relevan untuk menerapkan ICZM. Abrasi mengancam permukiman, pulau-pulau kecil rentan terhadap kerusakan, dan ekonomi pesisir masih fluktuatif.

“Kalau penanganan salah, masalah hanya berpindah. Tanggul sembarangan bisa merusak pantai di sisi lain. Karena itu perlu pendekatan yang memandang pesisir sebagai satu sistem,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai banyak program pemerintah sebenarnya sudah bagus, seperti RTRW dan RZWP3K. Namun implementasinya sering tidak sinkron di lapangan. Di sinilah ICZM dapat menjadi payung koordinasi.

Andi Kurniawan memaparkan sejumlah langkah konkret yang bisa dijalankan pemerintah daerah:

• Pemetaan Zona Pesisir

Menentukan zona lindung dan zona usaha melalui kesepakatan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPW Fanst Respon Counter Polri Nusantara Aceh Desak Kapolda: Seluruh Gudang Bantuan Banjir Harus Diperiksa, Jangan Ada Permainan Oknum

• Program Lapangan Nyata

Rehabilitasi mangrove, penguatan desa wisata bahari, dan skema perikanan–garam yang lebih adil.

• Pembentukan Forum Pesisir Sumenep

Wadah lintas sektor untuk menyelesaikan konflik ruang dan mengevaluasi kebijakan secara rutin.

• Monitoring Terbuka

Publikasi berkala terkait abrasi, kesehatan terumbu karang, dan pendapatan warga sebagai dasar kebijakan.

Menurut Andi, penerapan ICZM akan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pantai jadi lebih aman, nelayan lebih terlindungi, wisata berkembang tanpa merusak, dan pemerintah lebih efisien karena programnya saling mendukung,” jelasnya.

Andi menegaskan bahwa pesisir Sumenep sedang berada di persimpangan penting. Jika hanya mengejar pembangunan fisik tanpa pengelolaan berbasis ekosistem, kerusakan bisa menjadi permanen.

“ICZM adalah jalan tengah yang modern dan masuk akal. Kalau Sumenep mulai sekarang, bukan tidak mungkin akan menjadi contoh pengelolaan pesisir terbaik di Indonesia Timur,” pungkasnya. (Yf)

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Berita Terbaru