
Aceh Timur / angkatberita.id – Polres Aceh Timur, Polda Aceh bersama BKO Brimob Resimen I Kedung Halang menyalurkan bantuan air bersih dan layak konsumsi kepada warga Gampong Pasir Putih, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (13/01/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Baitul Mukmin (Masjid Lama) Gampong Pasir Putih sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
Air bersih yang disalurkan bersumber dari Sungai Peureulak dan diolah menggunakan Mobil Water Treatment Brimob Polri. Proses pengolahan dilakukan melalui delapan tahapan filterisasi hingga menghasilkan air yang aman dan siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat.
Sebelum pendistribusian, personel BKO Brimob terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada warga terkait proses pengolahan air serta memastikan kualitas dan keamanan air yang dibagikan.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Aceh Timur berhasil menyalurkan sekitar 2.800 liter air bersih layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan warga Gampong Pasir Putih.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud nyata pengabdian dalam membantu warga yang terdampak bencana, khususnya pada masa pemulihan pascabencana.
“Kami berharap layanan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan air minum yang aman dan layak,” ujar AKBP Irwan Kurniadi.
Ia menambahkan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk dukungan Polri dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah hukum Polres Aceh Timur.
Sementara itu, Geuchik Gampong Pasir Putih, Fadli Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polri atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Aceh, Bapak Kapolres Aceh Timur, serta Kapolsek Peureulak yang terus membantu kami sejak masa bencana hingga tahap pemulihan pascabencana, salah satunya melalui layanan air bersih dan layak minum ini,” ungkap Fadli Sulaiman.








Komentar