62 Hari Pascabanjir, 597 KK di Aceh Utara Mengaku Baru Sekali Terima Bantuan Beras Dari Pemerintah

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara / angkatberita.id — Sebanyak 597 dari 640 kepala keluarga (KK) di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengaku baru satu kali menerima bantuan beras dari pemerintah sejak banjir melanda wilayah tersebut. Fakta ini terungkap hingga 62 hari pascabencana, memunculkan pertanyaan soal kesinambungan dan kecukupan bantuan bagi warga terdampak.

Berdasarkan penelusuran Tim Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, bantuan beras tersebut disalurkan pada 29 Desember 2025, dengan jumlah 2 kilogram 2,05 ons per jiwa. Sejak saat itu, tidak ada penyaluran bantuan lanjutan yang diterima warga hingga akhir Januari 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sejumlah warga menyebutkan, banjir tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memutus sumber mata pencaharian, membuat sebagian keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

Ketua Posko Banjir Buket Linteung, M. Jalil, membenarkan bahwa bantuan beras dari pemerintah memang baru sekali diterima sejak bencana terjadi.

Baca Juga :  Sementara itu, Kepala Desa Mororejo Bapak Ngatoyo mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Koramil 0819/26 Tosari

“Sejak banjir sampai hari ini, bantuan beras dari pemerintah baru sekali kami terima, jumlahnya 2 kilogram 2,05 ons per jiwa,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, M. Umar. Menurutnya, pemulihan ekonomi warga masih jauh dari kata pulih.

“Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan belum sepenuhnya pulih pascabanjir,” katanya.

Namun, situasi warga terdampak tidak sepenuhnya seragam. Maimunah, salah seorang warga Buket Linteung, mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa kali bantuan pemerintah diterimanya maupun jumlah beras yang diperoleh. Meski demikian, ia menyebut masih memiliki stok beras yang mencukupi hingga memasuki bulan Ramadan.

“Saya masih ada stok beras untuk bulan puasa,” ujarnya.

Selain berdampak pada ekonomi, banjir juga menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga. Data lapangan mencatat 391 unit rumah rusak berat, 43 unit rusak sedang, dan 68 unit rusak ringan. Sementara itu, 263 KK dari Dusun Tengoh dan Dusun Pateung terpaksa mengungsi, dengan total 883 jiwa terdampak langsung.

Baca Juga :  Aiptu Rifai Turun Langsung! Beri Himbauan Tertib Lalin Kepada Kurir J&T di Jl. Urip Sumoharjo Sumenep

Menanggapi hal tersebut, Keuchik Gampong Buket Linteung, Mansur, menegaskan bahwa jumlah bantuan beras yang diterima dan disalurkan telah sesuai dengan data dari Bulog.

“Jumlahnya bukan 2,5 kilogram, melainkan 2 kilogram 2,05 ons per jiwa. Itu yang kami terima dan kami salurkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, memastikan bahwa seluruh bantuan yang masuk melalui kantor camat telah disalurkan ke masing-masing gampong melalui keuchik. Ia juga membenarkan bahwa bantuan beras dari Bulog memang baru satu kali disalurkan sejak banjir terjadi.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurrazi, membenarkan adanya penyaluran bantuan beras dari Bulog kepada warga terdampak banjir. Namun, terkait informasi bantuan beras yang disebut-sebut berasal dari Presiden Republik Indonesia, ia mengaku belum memperoleh kepastian resmi.

“Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Berita Terbaru