
Bangkalan, Angkatberita.id
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Bangkalan menuai kritik karena tetap berjalan di tengah sorotan karena belum jelasnya kelengkapan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Sorotan itu muncul setelah beredar pemberitaan dari media Cendananewsindonesia.com pada 20 Februari 2026 yang menilai percepatan proyek tanpa kepastian administrasi yang berpotensi mengabaikan prosedur.
Sejumlah pemerhati kebijakan menegaskan, proyek non-darurat seharusnya tunduk penuh pada mekanisme perizinan sebelum pelaksanaan fisik dimulai.
Diberitakan juga keterlibatan Kodim 0829/Bangkalan dalam proyek sipil turut menjadi perhatian. Publik meminta penjelasan terbuka terkait dasar hukum kerja sama, skema anggaran, serta pembagian kewenangan agar tidak menimbulkan dugaan pelanggaran tata kelola.
Lembaga pengawas daerah, DPRD Bangkalan, didesak menjalankan fungsi kontrol secara aktif karena polemik ini dinilai menyangkut transparansi penggunaan program pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Nanang Fahrur Rozi, menegaskan pihaknya hanya menjalankan peran pendukung sesuai tupoksi dan tidak terlibat dalam urusan administratif.
“Kami hanya melakukan survei kelayakan lahan. Urusan teknis dan perizinan, termasuk PBG, menjadi kewenangan pelaksana,” ujarnya.
Nanang menambahkan, TNI melalui Kodim berperan mendukung agar program berjalan lancar sesuai ketentuan.
“Kami tidak mencampuri ranah teknis maupun administratif. Fokus kami adalah memastikan lokasi pembangunan memenuhi syarat sehingga manfaat gerai dan gudang KDMP bisa dirasakan masyarakat,” sambungnya.
Sebagai Kepala Pelaksana Kegiatan (Kalagiat) pembangunan fisik gerai dan gudang, Nanang juga menekankan bahwa pembangunan KDMP dilakukan dengan model swakelola melalui skema padat karya. Hal ini melibatkan berbagai elemen mulai dari tokoh desa, tokoh masyarakat, dan pemberdayaan warga lokal yang memiliki semangat untuk mengembangkan perekonomian desa.
“Harapannya semua masyarakat terlibat membangun ini, sehingga terbentuklah keinginan untuk lebih maju ke depan dari sisi ekonomi,” ujarnya.
Nanang juga menyebut bahwa gerai KDMP diharapkan menjadi lumbung pangan nasional, tempat bermuara produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang kemudian dikelola menjadi aset desa.






Komentar