Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep: Banyak Gimik, Minim Dampak Nyata

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagus Baydhowi: Ketua bidang hikmah dan kebijakan publik

Sumenep||angkatberita-Satu tahun kepemimpinan Bupati di Sumenep seharusnya menjadi momentum evaluasi serius, bukan sekadar seremoni dan pencitraan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumenep memandang bahwa dalam satu tahun terakhir, arah kebijakan pemerintah daerah belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Kami melihat adanya aktivitas pembangunan dan publikasi yang masif, tetapi dampaknya belum terasa merata. Pemerintah daerah terlihat aktif di ruang media, namun di lapangan masih banyak persoalan klasik yang tidak terselesaikan secara struktural.

Ketimpangan Pembangunan Masih Nyata

Sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki tanggung jawab besar terhadap pemerataan infrastruktur. Namun, hingga hari ini masyarakat kepulauan masih menghadapi akses transportasi yang mahal, distribusi logistik yang terbatas, dan layanan publik yang tertinggal dibanding wilayah daratan.

Kami mempertanyakan: di mana keberpihakan anggaran terhadap masyarakat pulau? Jangan sampai pembangunan hanya berputar di pusat kota, sementara wilayah terluar terus dianaktirikan.

Transparansi Anggaran dan Tata Kelola Dipertanyakan

IMM Sumenep menilai transparansi anggaran daerah belum sepenuhnya terbuka kepada publik. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan cenderung formalitas. Musyawarah digelar, tetapi aspirasi seringkali tidak terakomodasi dalam kebijakan strategis.

Baca Juga :  Peringkat Tiga Diraih, DPO Dibiarkan Bebas, Wibawa Satresnarkoba Polres Bangkalan Tercoreng

Kami juga menyoroti praktik rotasi jabatan dan tata kelola birokrasi. Profesionalisme ASN harus menjadi prioritas, bukan kepentingan politik jangka pendek. Pemerintahan yang sehat lahir dari sistem yang transparan dan akuntabel, bukan dari loyalitas personal.

Ekonomi Rakyat Jalan di Tempat

UMKM dan nelayan masih menghadapi persoalan klasik: akses modal, stabilitas harga, dan pemasaran. Program-program pemberdayaan seringkali berhenti pada pelatihan seremonial tanpa pendampingan berkelanjutan.

Sektor migas dan sumber daya alam yang ada di Sumenep seharusnya mampu menjadi lokomotif kesejahteraan rakyat. Namun, hingga kini, distribusi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat kecil.

Pendidikan dan Kesehatan: Jangan Hanya Jadi Slogan

Kesenjangan layanan pendidikan dan kesehatan antara kota dan kepulauan masih tajam. Kekurangan tenaga pendidik, fasilitas sekolah yang minim, serta akses layanan kesehatan darurat yang terbatas adalah realitas yang tidak bisa ditutup-tutupi dengan narasi keberhasilan.

Baca Juga :  Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Pimpin Live Report Lalin Bersama TVRI di Depan Pemda

Jika satu tahun hanya menghasilkan laporan capaian tanpa perubahan signifikan di akar persoalan, maka evaluasi besar harus segera dilakukan.

Lingkungan dan Masa Depan Daerah

Isu pengelolaan sumber daya alam, tambang, dan kawasan pesisir memerlukan perhatian serius. Tanpa regulasi tegas dan pengawasan ketat, eksploitasi hanya akan meninggalkan kerusakan jangka panjang. Pemerintah tidak boleh abai terhadap keberlanjutan lingkungan demi kepentingan sesaat.

Sikap IMM Sumenep

IMM Sumenep menegaskan bahwa refleksi ini bukan bentuk kebencian, melainkan panggilan moral. Kami berdiri sebagai kontrol sosial yang akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah.

Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah. Jika arah itu belum jelas berpihak kepada rakyat kecil, maka kami akan terus bersuara.

Kepemimpinan bukan tentang seberapa sering tampil di media, tetapi seberapa berani mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat paling rentan.

Sumenep tidak butuh gimik. Sumenep butuh keberanian, Aksi nyata, transparansi, dan keadilan.

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Berita Terbaru