MURATARA,Angkatberita.id– Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan bullying yang menimpa seorang anak di bawah umur di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Dusun I Desa Sungai Lanang.
Kepala UPTD PPA Muratara, Ice Trisnawati, S.Tr.Keb., SKM., MKM, didampingi Kasubbag Tata Usaha Ns. Sri Handayani, S.Kep., serta Operator Simfoni PPA Alit Wahyu Hidayat, langsung melakukan koordinasi dan penelusuran terkait informasi yang beredar mengenai kasus tersebut.
Ice Trisnawati mengatakan, pihaknya telah mendatangi Pemerintah Desa Sungai Lanang untuk memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan perundungan yang dialami korban.
“Dari hasil koordinasi dengan Kepala Desa Sungai Lanang, memang benar telah terjadi kasus bullying terhadap seorang anak. Namun, permasalahan tersebut sudah dimediasi oleh pemerintah desa dan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan di tingkat desa,” ujar Ice. Saat ditemuai di ruang kerjanya.Kamis 11 juni 2026
Meski demikian, UPTD PPA Muratara tetap akan melakukan pemantauan terhadap kondisi korban. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menemui korban secara langsung untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologisnya.
“Apabila korban membutuhkan pendampingan dan pemulihan psikologis, maka UPTD PPA siap memberikan layanan pendampingan sesuai dengan kebutuhan korban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Lanang, Junaidi Alatas, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Kamis (11/6/2026), membenarkan adanya peristiwa bullying tersebut.
Menurut Junaidi, korban yang masih berusia 14 tahun dengan inisial R diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh lima orang temannya.
“Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di tingkat desa. Kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun keluarga pelaku, telah sepakat untuk menyelesaikannya secara damai,” jelas Junaidi.
Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, pemerintah desa bersama UPTD PPA Muratara tetap akan melakukan pemantauan guna memastikan kondisi korban tetap baik dan tidak mengalami dampak psikologis berkepanjangan akibat peristiwa tersebut.






Komentar