BANGKALAN. Angkatberita.id
Pesona spiritual dan salah satu destinasi wisata Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan Madura tak hanya mengundang para peziarah lokal, tapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area makam mengaku sering kedatangan tamu dari berbagai penjuru dunia seperti Papua Nugini, Belanda, bahkan juga Amerika Serikat, serta dari daerah-daerah di tanah air seperti Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Jakarta.
Mahmud, salah satu pelaku UMKM di kawasan tersebut, menceritakan bagaimana ia bersama sang istri melayani pembeli selama 24 jam secara bergantian. Di kiosnya, Mahmud menyediakan aneka produk khas Madura mulai dari souvenir seperti celurit hias, pecut, hingga pakaian adat Madura seperti Marlenaan dan Sakeraan. Tak ketinggalan, jamu tradisional Madura seperti tongkat Madura, daster, gamis, hingga kerudung khas Madura turut melengkapi etalase dagangannya.
“Pengunjung dari Jawa Barat cukup banyak. Alhamdulillah saya pernah lama tinggal di Bandung, jadi bisa komunikasi pakai bahasa Sunda dan Jawa halus. Itu memudahkan saya dalam melayani mereka,” tutur Mahmud saat ditemui di kiosnya, Selasa, (22/7)
Menurut Mahmud, keramahan dan pelayanan yang sopan menjadi kunci utama untuk menarik simpati para peziarah yang datang. Tak heran jika banyak pelanggan yang kerap kembali mengunjungi kiosnya setiap kali berziarah ke Bangkalan.
Di sisi lain, Mahmud berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan keberadaan para pedagang di sekitar kawasan pesarean. Ia menilai sektor UMKM ini dapat menjadi potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung keberlangsungan kawasan religi tersebut.
“Jika pedagang diberdayakan dengan baik, saya yakin kontribusi kami terhadap daerah akan lebih maksimal. Harapan kami agar pesarean Mbah Kholil ini terus berkembang menjadi destinasi religi unggulan di Indonesia,” ujarnya.
Selain UMKM, Mahmud mengatakan beberapa fasilitas penginapan juga tersedia untuk mengakomodasi para peziarah dari luar kota yang ingin bermalam untuk melanjutkan perjalanan religinya ke berbagai titik ziarah lainnya di Pulau Madura.
Keberadaan pesarean Syaikhona Kholil kini tak sekadar menjadi tujuan spiritual, tetapi juga menjadi lokomotif ekonomi bagi warga sekitar, khususnya pelaku UMKM yang terus bertahan dan berkembang seiring waktu.







Komentar