Skandal Seragam Rp 3 Miliar Lebih: Disdik Sumenep Diduga Jadi Sarang Permainan Proyek, Kadisdik Bungkam Dituding “Main Aman”

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id – Aroma busuk dugaan permainan proyek kembali menyeruak dari tubuh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep. Proyek pengadaan seragam sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) tahun anggaran 2025 senilai lebih dari Rp 3 miliar kini berubah menjadi polemik panas yang menimbulkan gelombang kritik dari berbagai kalangan.

Namun ironisnya, di tengah derasnya sorotan publik, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, justru memilih bungkam. Tak ada klarifikasi, tak ada penjelasan — hanya diam seribu bahasa, seolah tak peduli dengan kecurigaan masyarakat terhadap pengelolaan dana fantastis tersebut.

Sikap pasif sang kadis membuat publik makin geram, apalagi setelah bawahannya, Kepala Bidang SD Ardiansyah, terlibat adu ucapan panas dengan anggota DPRD dan disebut “bermulut comberan” lantaran diduga melempar tuduhan tanpa dasar terkait siapa yang bermain dalam proyek tersebut.

Baca Juga :  Belum Setahun Dihuni, 25 Huntara Korban Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterjang Angin

Kondisi ini memicu reaksi keras dari aktivis YLBH Madura, Dayat Mahjonk, yang menilai sikap Kadisdik Agus Dwi Saputra sebagai bentuk pengecut dan tidak bertanggung jawab terhadap jabatan publik yang diembannya.

“Kadisdik banci bicara. Ia tidak berani menjelaskan ke publik soal proyek seragam Rp 3 miliar lebih yang bikin gaduh. Ini bukan soal teknis, tapi soal moral dan tanggung jawab kepada rakyat,” tegas Dayat, Selasa (15/10/2025).

Lebih jauh, Dayat menilai kebijakan pengadaan seragam yang diduga dikuasai oleh kelompok tertentu justru membunuh perlahan UMKM lokal, terutama para penjahit dan pedagang kain di Sumenep yang seharusnya bisa diberdayakan.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Pemasangan U_DITCH di Gunung Sekar Asal-asalan DPRKP Perintahkan Pembongkaran 

“Ini sniper yang menyamar jadi pejabat. Kebijakan itu seperti peluru yang menembak mati pelaku UMKM lokal. Pemerintah seharusnya melindungi dan memberdayakan, bukan malah menyingkirkan rakyat kecil demi keuntungan segelintir orang,” ujarnya tajam.

Dayat juga mendesak pihak berwenang, termasuk DPRD dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan permainan dalam proyek pengadaan seragam tersebut.

“Kami akan terus memantau proyek ini. Kalau perlu, kami akan buka semua data di lapangan. Jangan sampai uang rakyat dijadikan bancakan,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon tak mendapat respons. (Asm)

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru