PR Bromo Mas Diduga “Beternak” Pita Cukai, Bea Cukai Madura Mandul dan Tutup Mata

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 13:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id – Bau anyir dugaan penyimpangan di industri rokok kembali menyeruak. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Pabrik Rokok (PR) Bromo Mas di Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pabrik yang diduga hanya beroperasi di atas kertas ini disinyalir “beternak” pita cukai. Setiap bulan, perusahaan tersebut rutin menebus pita cukai, tetapi ironisnya, tak ada denyut produksi yang terlihat di lokasi pabrik.

Pantauan Angkat Berita, Sabtu (06/09/2025), memperlihatkan kondisi mencurigakan: bangunan pabrik tertutup rapat, hening, tanpa tanda-tanda kegiatan produksi. Warga sekitar pun membenarkan bahwa pabrik itu sudah lama “mati suri.”

“Sudah lama tidak ada aktivitas di dalam. Pemiliknya saja kami kurang tahu siapa,” kata seorang warga setempat yang meminta namanya tidak ditulis.

Baca Juga :  Kanwil Bea Cukai Jatim I Terbitkan Notula Hasil Audiensi dengan GASI soal Rokok Ilegal di Madura

Namun di balik keheningan itu, catatan Bea Cukai menunjukkan PR Bromo Mas tetap menebus pita cukai rutin setiap bulan. Dugaan pun menguat: pita tersebut tidak dipakai untuk produksi legal, melainkan dijual ke pasar gelap—modus busuk yang menggerogoti keuangan negara sekaligus merusak persaingan sehat di industri rokok.

Aktivis pengawas rokok ilegal, Bagas Arrazy, menuding Bea Cukai Madura gagal total. Ia menilai lembaga itu mandul, sibuk pencitraan, tapi lumpuh dalam pengawasan dan penindakan.

“Kalau Bea Cukai Madura serius, separuh pabrik ilegal di Sumenep sudah tutup sejak kemarin. Faktanya? Mereka pura-pura tidak tahu, atau justru sengaja membiarkan?” tegas Bagas.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Ia menambahkan, modus “ternak pita cukai” bukan hal baru. Pita ditebus, lalu dialirkan ke jaringan gelap untuk melegalkan rokok ilegal.

“Kalau Bea Cukai tidak audit PR Bromo Mas, kami siap melayangkan surat resmi ke Dirjen Bea dan Cukai Pusat. Kami tidak akan tinggal diam melihat uang negara dirampok terang-terangan,” ancamnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun langkah tegas dari otoritas terkait. PR Bromo Mas pun bungkam, tanpa klarifikasi resmi. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Berita Terbaru