Setelah Diberitakan, Wartawan Diintimidasi Pihak yang Mengaku Pelaksana Proyek Jembatan Mangar

- Redaksi

Minggu, 7 September 2025 - 20:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, angkatberita.id – Usai pemberitaan proyek pembangunan jembatan di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, seorang wartawan mendapat telepon dari pria yang mengaku bagian dari pelaksana proyek, nada suara dalam percakapan itu dinilai mengandung intimidasi dan pelecehan terhadap kerja jurnalistik.

Pria tersebut memperkenalkan diri sebagai Fausen., sepertinya Sopir Asisten Satu di cek dari nomor telpon nya,, Ia menegur isi pemberitaan yang menyoroti ketiadaan pemberitahuan resmi kepada Kepala Desa Mangar.

“Kok bilang tidak ada pemberitahuan, ini sudah ditandatangani oleh kepala desa,” katanya dengan nada tinggi.

Bahkan, dalam percakapan, Fausen melontarkan kalimat bernada melecehkan.

Baca Juga :  Urat Malu Putus, Gaya Jalan Terus: OLF Dilaporkan Ngemplang Arisan Rp95 Juta

“Saya tunggu di lokasi biar jelas. Kalau cuma mau minta uang, ke sini saya kasih,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mangar membantah pernah ada pemberitahuan proyek tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi.

“Awalnya saya tidak tahu sama sekali. Setelah ditegur, pelaksana proyek hanya bilang sudah pamit ke Sekdes. Ini aneh, kenapa tidak ke kepala desa? Padahal saya penanggung jawab wilayah,” jelasnya.

Ketua Forum Kawal Pembangunan (FKP) Pamekasan, M Hasan, menilai intimidasi terhadap wartawan justru memperkuat dugaan ada yang tidak beres.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sumenep Minta Proyek Rp 3,3 Miliar Dibatalkan, Diduga Ada Kuncian

“Masalahnya hanya soal tidak ada pemberitahuan. Itu keluhan dari kepala desa, kok wartawan yang jadi sasaran? Ini patut dicurigai, kalau memang dirasa perlu, akan kami laporkan biar aparat penegak hukum yang menindak, termasuk juga kalau ada pekerjaan yg menyimpang dan tidak sesuai spesifikasi” tegasnya. Minggu (07/09)

Menurut regulasi, setiap proyek pembangunan dari APBD wajib melalui mekanisme serta berkoordinasi dengan kepala desa, Jika diabaikan, proyek rawan jadi temuan inspektorat, bahkan berpotensi dipersoalkan secara hukum.

Kami berusaha untuk bisa konfirmasi kepada dinas yg bersangkutan namun masih hari libur.

 

(BBG)

 

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Berita Terbaru