Pamekasan, angkatberita.id – Usai pemberitaan proyek pembangunan jembatan di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, seorang wartawan mendapat telepon dari pria yang mengaku bagian dari pelaksana proyek, nada suara dalam percakapan itu dinilai mengandung intimidasi dan pelecehan terhadap kerja jurnalistik.
Pria tersebut memperkenalkan diri sebagai Fausen., sepertinya Sopir Asisten Satu di cek dari nomor telpon nya,, Ia menegur isi pemberitaan yang menyoroti ketiadaan pemberitahuan resmi kepada Kepala Desa Mangar.
“Kok bilang tidak ada pemberitahuan, ini sudah ditandatangani oleh kepala desa,” katanya dengan nada tinggi.
Bahkan, dalam percakapan, Fausen melontarkan kalimat bernada melecehkan.
“Saya tunggu di lokasi biar jelas. Kalau cuma mau minta uang, ke sini saya kasih,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mangar membantah pernah ada pemberitahuan proyek tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi.
“Awalnya saya tidak tahu sama sekali. Setelah ditegur, pelaksana proyek hanya bilang sudah pamit ke Sekdes. Ini aneh, kenapa tidak ke kepala desa? Padahal saya penanggung jawab wilayah,” jelasnya.
Ketua Forum Kawal Pembangunan (FKP) Pamekasan, M Hasan, menilai intimidasi terhadap wartawan justru memperkuat dugaan ada yang tidak beres.
“Masalahnya hanya soal tidak ada pemberitahuan. Itu keluhan dari kepala desa, kok wartawan yang jadi sasaran? Ini patut dicurigai, kalau memang dirasa perlu, akan kami laporkan biar aparat penegak hukum yang menindak, termasuk juga kalau ada pekerjaan yg menyimpang dan tidak sesuai spesifikasi” tegasnya. Minggu (07/09)
Menurut regulasi, setiap proyek pembangunan dari APBD wajib melalui mekanisme serta berkoordinasi dengan kepala desa, Jika diabaikan, proyek rawan jadi temuan inspektorat, bahkan berpotensi dipersoalkan secara hukum.
Kami berusaha untuk bisa konfirmasi kepada dinas yg bersangkutan namun masih hari libur.
(BBG)








Komentar