Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (ANGKAT BERITA) Di tengah gemerlapnya seremonial “Festival Pesisir Pantai ke-5 di Pulau Mandangin 14 – 15 Agustus 2026” yang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang, kontradiksi tajam justru terlihat di berbagai sudut wilayah lainnya.

Gelaran budaya tahunan yang diklaim sebagai motor penggerak ekonomi tersebut dinilai sekedar menjadi kosmetik politik yang menutupi luka lama daerah, krisis air bersih akut dan kemiskinan struktural yang belum terurai.

Saat para pejabat birokrasi berpidato tentang kemandirian ekonomi kepulauan, di satu sisi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang justru mencatat realitas yang berbanding terbalik, sebanyak 78 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Sampang kini resmi masuk kategori kering kritis akibat puncak musim kemarau.

Ketimpangan kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, di Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, warga harus merogoh kocek hingga Rp500.000 per tangki demi mendapatkan air bersih karena sumur dan sungai telah mengering total, ironisnya, di tengah kepungan krisis air yang meluas ini, armada bantuan dari Pemkab Sampang dilaporkan sangat terbatas.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Perkuat Sinergi Tni–Polri Dalam Program Nasional Penanaman Tebu 2025,Kolaborasi Lintas Sektor Diapresiasi sebagai Langkah Strategis Menuju Kemandirian Gula Nasional

Kritik tajam terhadap model tata kelola anggaran daerah ini disuarakan secara lugas oleh tokoh kebijakan fiskal nasional asal Sampang Madura, Said Abdullah menegaskan bahwa ketidakmampuan daerah dalam menyelesaikan krisis dasar bukan disebabkan oleh keterbatasan dana, melainkan kegagalan dalam menetapkan prioritas belanja publik.

“Ruang fiskal di APBD itu selalu ada untuk membiayai kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, persoalannya hari ini bukan pada kemampuan anggaran, tetapi terletak pada hal sederhana yang sering kali langka di birokrasi, yaitu kepedulian,” ujar Said Abdullah. Rabu (19/08)

Ia menambahkan bahwa program-program pembenahan hajat hidup orang banyak harus didasarkan pada kepentingan publik yang lebih luas, bukan berdasarkan selera elite politik sesaat. “Kajian mendalam diperlukan agar kebijakan itu menjawab akar masalah, alih-alih melakukan percepatan, panggung seremonial tidak akan berarti apa-apa bagi peningkatan kesejahteraan nyata rakyat Madura jika kebutuhan dasar mereka diabaikan,” tegasnya secara tajam.

Baca Juga :  Lemahnya Perlindungan Anak di Sampang, Aktivis Soroti Mandeknya Fungsi P2TP2A

Sinergi pembangunan yang kerap digaungkan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dinilai berjalan pincang di lapangan, selama alokasi APBD dan perhatian pemerintah daerah masih condong pada program-program konsumtif-seremonial ketimbang pembenahan infrastruktur dasar, maka “kemandirian ekonomi” yang dijanjikan hanya akan menjadi komoditas retorika musiman.

Warga Sampang saat ini tidak butuh sekedar panggung hiburan, mereka butuh air bersih yang mengalir ke rumah dan keberpihakan kebijakan yang membebaskan mereka dari jerat kemiskinan.

Berita Terkait

Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan
Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Berita Terbaru