
SUMENEP – Di tengah ambisi petani mengejar musim tanam tembakau, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo justru pasang rem. Ia mengingatkan petani agar tidak gegabah menanam di penghujung musim karena jebakan cuaca sudah di depan mata.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Bagi Fauzi, melindungi modal petani jauh lebih penting daripada sekadar mengejar target produksi.
Bupati Fauzi secara khusus menyoroti petani yang hingga kini belum memulai tanam. Ia meminta mereka untuk lebih dulu membaca kondisi alam, mengingat masa tanam di bulan ini sudah sangat mepet dengan datangnya musim hujan.
“Petani tembakau kalau ada yang terlambat bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidak. Itu yang paling penting. Karena dari situasi dan kondisi sudah mepet,” ungkap Fauzi, Senin kemarin (17/08/2026).
Menurutnya, tembakau adalah tanaman yang sangat manja terhadap cuaca. Jika dipaksakan tanam saat ini, risiko kerugian sangat besar ketika hujan turun di saat tanaman belum siap panen. Modal untuk benih, olah lahan, pupuk, hingga perawatan bisa hangus begitu saja.
Karena itu, Fauzi secara terbuka menyarankan agar petani yang terlambat tidak memaksakan diri mengejar musim tahun ini.
“Menurut kami, lebih baik jangan menyusul lagi untuk menanam pada bulan ini karena sudah mepet, khawatir turun hujan. Di beberapa daerah sudah turun hujan. Karena kita di posisi daerah timur agak lambat turun hujannya. Di barat sudah hujan,” tegasnya.
Fauzi memahami tidak mudah bagi petani yang sudah menyiapkan modal. Namun, keputusan harus tetap rasional dan berbasis prakiraan cuaca.
“Kalau tetap bercocok tanam, ya kita berdoa agar tidak hujan dulu. Karena kalau hujan, yang pasti kerugian akan melanda,” tambahnya.
Langkah ini menunjukkan gaya kepemimpinan Fauzi yang tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga mengedepankan kehati-hatian dan perlindungan ekonomi petani. Bagi Pemkab Sumenep, kesejahteraan petani adalah prioritas, produksi tinggi tidak ada artinya jika petani justru merugi akibat gagal panen.
Di sisi lain, Fauzi menegaskan komitmen daerah untuk tetap mendukung agenda pembangunan nasional di sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas.
“Kita sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat agar setiap daerah berkaitan dengan ketahanan pangannya bisa melebihi tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.







Komentar