Salah Seorang Kaperwil Media Online di Provinsi Aceh, Mendapatkan Teror Via Telpon

- Redaksi

Minggu, 24 Agustus 2025 - 09:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur ll angkatberita.com – Kaperwil Media Online mitrapolisi.com Provinsi Aceh M.Haris Nduru, mendapatkan teror lewat Tlpn dari seseorang yang berbama Wanda setelah memberitakan Muslim oknum Geuchik di Kecamatan Idi Timur yang diduga terlibat dalam kepemilikan tambang/sumur minyak ilegal di Desa Asa Rampak, Kecamatan peudawa, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Haris Kepada media menjelaskan, bahwa pada hari Jumat 18-07-2025 selepas Magrib, saya di tlpn oleh seseorang atas nama Wanda dengan Nomor +62853xxxx7065 dan mengaku sebagai saudaranya Muslim Geuchik Seuneubok Dalam.

“Tiba-tiba ada telpon masuk nomor yang tidak saya kenal. Pada saat saya mengangkat telpon, yang bersangkutan langsung marah-marah karena saya sudah memberitakan saudaranya atas nama Geuchik Muslim yang diduga sebagai pemilik tambang/sumur minyak ilegal di Asa Rampak, lalu mengatain saya wartawan sok hebat dan berani mengancam-ngancam dan meminta uang 30 juta kepada Geuchik muslim, nggak usah mengaku tidak tau, saya tidak terima kamu memberitakan saudara saya, asli mana kamu, “tanya Wanda yang mengaku saudaranya Geuchik Muslim tersebut dengan nada marah-marah. “Ungkap Haris.

Haris juga menyampaikan, bahwa beberapa hari sebelum Wanda ini nlpn saya, sempat juga ada beberapa orang rekan” dari media yang nelpon saya dan menawarkan uang sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk menghapus berita yang sudah saya tayangkan itu

” Ada rekan” media juga yang menghubungi sebelum Wanda ini nelpon saya, mereka menawarkan uang sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk menghapus berita yang sudah saya tayangkan. Mereka menawarkan uang sebesar itu sesuai dengan permintaan Geuchik muslim katanya, “jelas Haris.

Baca Juga :  Polres Pamekasan Tunjukkan Komitmen, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Tlanakan Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Kaperwil media online mitrapolisi.com ini juga merasa semakin hari kok semakin aneh saja sepertinya kasus ini.

” Nah,,ada apa sih ini sebenarnya, kok sepertinya semakin aneh saja kasus ini,,?.

Karena belakangan ini juga ada informasi dari rekan-rekan media yang nlpn saya yang katanya, penyidik mengarahkan Geuchik Muslim ini untuk menjumpai saya setelah yang bersangkutan menghadiri panggilan polisi pada senin 14-07-2025.

Bahkan waktu saya minta klarifikasi mengenai tudingan Wanda ke saya yang katanya pernah mengancam dan meminta uang 30 juta, rekan dari media tersebut menjelaskan kalau yang meminta uang itu bukan abang, itu kayaknya kalau tidak salah dari polres yang minta menurut pengakauan Geuchik Muslim, dan penyidik juga mengatakan, jika sudah aman dengan Bang Haris, maka dikami pun aman, karena dia yang naikkan laporan kata Geuchik muslim disaat jumpa sama kami di sahabat kopi. “jelas Haris menirukan penyampaian salah seorang rekan dari media yang menghubungi nya tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, S.Tr.K.,S.l.K. saat dikonfirmasi, membantah semua tudingan mengenai pengarahan dan juga permintaan uang yang disampaikan oleh Geuchik Muslim tersebut.

” Itu tidak benar bang, kami tidak pernah mengarahkan atau ngomong seperti itu sama Geuchik Muslim, dan kami juga dari penyidik tidak pernah kami meminta uang sebagai syarat penyelesaian perkara ini bang, proses penanganan kasus tersebut sedang berjalan bang”Jelas Kasat Reskrim.

Perihal diatas, Haris Nduru meminta kepada kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.l.K.untuk memerintahkan agar dilakukan penahanan terhadap Muslim oknum Geuchik Seuneubok Dalam ini bersama Is oknum Pns pegawai Kantor Camat Idi Timur yang terlibat dalam pengelolaan tambang minyak ilegal di lokasi yang sudah pernah dilakukan penutupan tersebut, dan mendalami kebenaran omongan yang bersangkutan mengenai berbagai arahan dan juga adanya informasi permintaan sejumlah uang oleh penyidik katanya, ini harus di usut tuntas.

” Dan saya juga meminta, agar penyidik melayangkan surat panggilan terhadap Wanda yang mengaku sebagai saudara Geuchik Muslim tersebut, apa maksudnya, apakah dia mau menghalangi-halangi proses hukum terhadap seseorang yang terlibat dalam suatu tindak pidana kah, atau berupaya untuk Menghalang-halangi tugas pokok kami sebagai wartawan yang sedang menjalankan tugas untuk mencari, mengumpulkan dan mendalami informasi yang sudah kami terima dari masyarakat.

Baca Juga :  Publik kini menyoroti dua hal tegas terkait permasalahan ini

“Saya harap, penyidik melakukan pemanggilan kepada saudara Wanda tersebut untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya mengenai penyampaian nya yang menuduh saya pernah mengancam dan meminta-minta uang kepada saudara Geuchik muslim.

” Saya juga berharap, agar jangan sampai isu dari penyampaian Geuchik Muslim ini jadi asumsi kurang sehat dikalangan publik terhadap institusi polri, khususnya terhadap penyidik Tipiter Satreskrim Polres Aceh Timur, dan juga terhadap kami sebagai kontrol sosial kedepannya, ini harus ditindaklanjuti secepatnya. “Harap Pria yang akrab disapa Bang Haris Nias ini.

Sebelumnya diberitakan, bahwa salah seorang oknum Geuchik bersama seorang oknum PNS Kantor Camat Idi Timur diduga terlibat dalam pengelolaan tambang/sumur minyak ilegal di desa Asa Rampak, kecamatan Peudawa, kabupaten Aceh Timur, yang mana dilokasi tersebut sudah pernah dilakukan penutupan oleh penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur pada akhir tahun 2024 silam.

(AB/Tim)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Berita Terbaru