Program P3-TGAI di Karduluk Diduga Asal-Asalan, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digulirkan Kementerian PUPR di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, diduga dikerjakan asal-asalan.

Sejumlah warga setempat mengaku kecewa lantaran proyek yang seharusnya bermanfaat besar bagi pertanian itu justru dikerjakan tanpa memenuhi standar teknis.

“Batunya bukan dari jenis batu gunung,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (04/09/2025).

Warga menilai, praktik semacam ini bisa merugikan petani karena bangunan irigasi rawan rusak dan tak bisa bertahan lama. Padahal, tujuan utama program P3-TGAI adalah meningkatkan fungsi jaringan irigasi agar lahan pertanian lebih produktif.

Baca Juga :  Syahwat Makan-Minum Pejabat Pamekasan di Tengah Belenggu Utang Rp260 Miliar

“Kalau dikerjakan asal-asalan seperti ini, manfaatnya untuk petani tentu diragukan,” tambah warga tersebut.

Diketahui program P3-TGAI sendiri merupakan program padat karya tunai dari Kementerian PUPR yang melibatkan kelompok petani (P3A/GP3A/IP3A) untuk memperbaiki dan membangun jaringan irigasi.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat menambah penghasilan petani saat jeda musim tanam dan panen.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp195 juta ini digarap melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), dengan dana yang digelontorkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR. Sejak awal pengerjaan, indikasi kejanggalan sudah tercium, mulai dari perencanaan hingga realisasi di lapangan.

Baca Juga :  Rolland E Potu, Penumpang Laka KA Argo Bromo Anggrek Ajukan Gugatan ke PT KAI dan Danantara

Pantauan Angkat Berita pada Jumat (5/9/2025) di titik proyek memperlihatkan sejumlah persoalan serius:

• Fondasi galian dangkal dan dikerjakan secara asal-asalan.

• Saluran irigasi tidak terhubung dengan sumber mata air, baik sungai maupun bendungan.

• Konstruksi hanya mengandalkan air hujan (tadah hujan), yang jelas tidak akan berfungsi optimal.

• Sebagian saluran hanya mengelilingi lahan tertentu sehingga lebih mirip parit drainase ketimbang irigasi produktif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas proyek P3-TGAI maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi Angkat Berita juga mengalami kendala. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Berita Terbaru