Sumenep, angkatberita.id– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digulirkan Kementerian PUPR di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, diduga dikerjakan asal-asalan.
Sejumlah warga setempat mengaku kecewa lantaran proyek yang seharusnya bermanfaat besar bagi pertanian itu justru dikerjakan tanpa memenuhi standar teknis.
“Batunya bukan dari jenis batu gunung,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (04/09/2025).
Warga menilai, praktik semacam ini bisa merugikan petani karena bangunan irigasi rawan rusak dan tak bisa bertahan lama. Padahal, tujuan utama program P3-TGAI adalah meningkatkan fungsi jaringan irigasi agar lahan pertanian lebih produktif.
“Kalau dikerjakan asal-asalan seperti ini, manfaatnya untuk petani tentu diragukan,” tambah warga tersebut.
Diketahui program P3-TGAI sendiri merupakan program padat karya tunai dari Kementerian PUPR yang melibatkan kelompok petani (P3A/GP3A/IP3A) untuk memperbaiki dan membangun jaringan irigasi.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat menambah penghasilan petani saat jeda musim tanam dan panen.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp195 juta ini digarap melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), dengan dana yang digelontorkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR. Sejak awal pengerjaan, indikasi kejanggalan sudah tercium, mulai dari perencanaan hingga realisasi di lapangan.
Pantauan Angkat Berita pada Jumat (5/9/2025) di titik proyek memperlihatkan sejumlah persoalan serius:
• Fondasi galian dangkal dan dikerjakan secara asal-asalan.
• Saluran irigasi tidak terhubung dengan sumber mata air, baik sungai maupun bendungan.
• Konstruksi hanya mengandalkan air hujan (tadah hujan), yang jelas tidak akan berfungsi optimal.
• Sebagian saluran hanya mengelilingi lahan tertentu sehingga lebih mirip parit drainase ketimbang irigasi produktif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas proyek P3-TGAI maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi Angkat Berita juga mengalami kendala. (Asm)








Komentar