Polemik Pupuk Subsidi Sumenep, Semua Pihak Diminta Hentikan Lempar Tanggung Jawab

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025 - 22:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id – Polemik pupuk subsidi di Kabupaten Sumenep kian menguak tabir ketidakjelasan. Permintaan salinan dokumen pendistribusian pupuk oleh sejumlah pihak hingga kini belum terpenuhi, seolah memperkuat dugaan adanya permainan gelap di balik rantai distribusi.

Ketidaksinkronan antara data kebutuhan petani, realisasi, dan distribusi pupuk di lapangan menjadi sorotan publik. Bahkan, kebijakan yang tertuang dalam surat keputusan Bupati Sumenep dinilai tidak sejalan dengan fakta distribusi di tingkat petani. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya “mafia pupuk” yang mengatur aliran subsidi demi kepentingan segelintir orang.

Asmuni, aktivis muda Sumenep, mengecam keras lemahnya transparansi. “Pupuk subsidi menyangkut hajat hidup petani. Kalau dokumen distribusi yang diminta saja sulit diakses, jelas ada yang janggal. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menari di atas penderitaan petani,” tegasnya, Jumat (19/9/2025).

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Sumenep Diduga Hanya Jadi “Kambing Hitam” Dinas Pendidikan dalam Polemik Pengadaan Seragam Rp 3 Miliar Lebih

Ia menambahkan, pihaknya telah mengantongi data pendukung lain yang menguatkan adanya kejanggalan. “Kami punya data lain, jadi jangan coba-coba bermain-main,” tandasnya.

Namun, alih-alih memberikan kejelasan, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep justru berputar-putar. Salah satu pejabat hanya berjanji normatif tanpa kepastian. “Kami akan melengkapi data apa saja yang diminta, nanti akan kami berikan,” kata seorang pejabat berinisial R.

Nada serupa datang dari kalangan distributor yang seolah melempar beban masalah. “Iya biar mereka ada keinginan untuk bersama agar tidak semua menggantung ke saya dan tidak mau tanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Terus Hadir Layani Warga Lewat Program “Polisi Menyapa” di Kantor BPKB

Sikap saling lempar tanggung jawab ini justru menunjukkan rapuhnya sistem distribusi pupuk subsidi di Sumenep. Jika realisasi di lapangan tidak sesuai kebutuhan petani, maka dampaknya fatal: produksi pertanian terancam dan petani semakin terjepit.

Asmuni mengingatkan agar semua pihak berhenti cuci tangan. “Persoalan ini harus segera diselesaikan. Jangan saling menyalahkan atau menggantungkan urusan ke satu pihak saja. Kalau tidak ada kejelasan, petani yang paling dirugikan,” pungkasnya. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru