Sumenep, angkatberita.id – Polemik pupuk subsidi di Kabupaten Sumenep kian menguak tabir ketidakjelasan. Permintaan salinan dokumen pendistribusian pupuk oleh sejumlah pihak hingga kini belum terpenuhi, seolah memperkuat dugaan adanya permainan gelap di balik rantai distribusi.
Ketidaksinkronan antara data kebutuhan petani, realisasi, dan distribusi pupuk di lapangan menjadi sorotan publik. Bahkan, kebijakan yang tertuang dalam surat keputusan Bupati Sumenep dinilai tidak sejalan dengan fakta distribusi di tingkat petani. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya “mafia pupuk” yang mengatur aliran subsidi demi kepentingan segelintir orang.
Asmuni, aktivis muda Sumenep, mengecam keras lemahnya transparansi. “Pupuk subsidi menyangkut hajat hidup petani. Kalau dokumen distribusi yang diminta saja sulit diakses, jelas ada yang janggal. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menari di atas penderitaan petani,” tegasnya, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, pihaknya telah mengantongi data pendukung lain yang menguatkan adanya kejanggalan. “Kami punya data lain, jadi jangan coba-coba bermain-main,” tandasnya.
Namun, alih-alih memberikan kejelasan, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep justru berputar-putar. Salah satu pejabat hanya berjanji normatif tanpa kepastian. “Kami akan melengkapi data apa saja yang diminta, nanti akan kami berikan,” kata seorang pejabat berinisial R.
Nada serupa datang dari kalangan distributor yang seolah melempar beban masalah. “Iya biar mereka ada keinginan untuk bersama agar tidak semua menggantung ke saya dan tidak mau tanggung jawab,” ujarnya.
Sikap saling lempar tanggung jawab ini justru menunjukkan rapuhnya sistem distribusi pupuk subsidi di Sumenep. Jika realisasi di lapangan tidak sesuai kebutuhan petani, maka dampaknya fatal: produksi pertanian terancam dan petani semakin terjepit.
Asmuni mengingatkan agar semua pihak berhenti cuci tangan. “Persoalan ini harus segera diselesaikan. Jangan saling menyalahkan atau menggantungkan urusan ke satu pihak saja. Kalau tidak ada kejelasan, petani yang paling dirugikan,” pungkasnya. (Asm)







Komentar