SAMPANG ( ANGKAT BERITA) – Proyek pembangunan Puskesmas Pulau Mandangin kembali menjadi sorotan tajam. Dengan anggaran mencapai Rp. 6.331.275.000,00 yang dikelola oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, pekerjaan yang dipercayakan kepada CV Andien dinilai berjalan lambat dan mengecewakan.
Dalam sidak yang dilakukan DPRD Komisi IV pekan lalu, progres pekerjaan hanya mencapai 40%, sebuah angka yang jauh dari harapan. Ironisnya, meski mendapat perhatian serius, perkembangan terbaru di lapangan hari ini Selasa 17/12/24 dari pantauan media hanya menunjukkan progres 64%, padahal batas akhir kontrak proyek ditetapkan pada 24 Desember mendatang.
Kondisi ini jelas memicu kekhawatiran banyak pihak. Maz Ulul, Ketua Investigasi Team Garuda08, langsung angkat bicara. Dengan tegas ia meminta DPRD Komisi IV untuk mem-blacklist CV Andien sebagai pelaksana proyek. “Ini bukan masalah kecil. Jika dibiarkan, masyarakat Mandangin akan menjadi korban dari proyek yang gagal selesai tepat waktu,” ujarnya.
Ulul menambahkan, keterlambatan progres ini menunjukkan indikasi lemahnya pengawasan dan minimnya komitmen dari pelaksana proyek. “Jangan sampai anggaran sebesar ini berakhir sia-sia. DPRD harus tegas, blacklist saja pelaksana yang tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya,” tegasnya.
Proyek ini seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat Pulau Mandangin yang selama ini merindukan fasilitas kesehatan yang layak. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya: lambatnya pekerjaan justru semakin menjauhkan harapan warga.
Sementara itu, media mencoba menghubungi kontak pihak pelaksana CV Andien, namun tidak dapat terhubung. Di sisi lain, Ketua DPRD Komisi IV Mahfud, juga belum memberikan tanggapannya terkait perkembangan terkini proyek ini. Sikap diam dari dua pihak yang seharusnya bertanggung jawab ini semakin memicu kekecewaan publik.
Dengan sisa waktu yang hanya menghitung hari, publik patut mempertanyakan keseriusan pelaksana dan pihak terkait dalam menuntaskan proyek ini. Jika hingga 24 Desember pekerjaan ini tak rampung, maka proyek ini tak lebih dari sekadar bukti nyata lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola pembangunan. Warga Mandangin tentu tidak ingin puskesmas yang diimpikan hanya berakhir menjadi puing-puing anggaran yang terbuang sia-sia.
Redaksi
Berita ini akan terus dikawal hingga batas akhir proyek. Publik berhak mendapatkan transparansi dan akuntabilitas dari setiap rupiah yang digelontorkan.
;;;;;;;








Komentar