LAMONGAN ( ANGAT BERITA ) Cita-cita besar mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, adil, dan makmur bukanlah slogan hampa. Kunci utamanya berada pada kemakmuran masyarakat pedesaan sebagai salah satu pilar penopang utama pembangunan nasional. Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen bangsa untuk melihat kembali akar dari mana kemajuan itu dimulai.
Seorang tokoh pemuda asal Desa Wateswinangun, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Ridho Dwi Febrianto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kesuksesan pembangunan di lapisan paling bawah, yaitu desa. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa akan membawa dampak berantai (multiplier effect) bagi pertumbuhan nasional di segala bidang, termasuk akselerasi ekonomi.
> “Indonesia tidak akan besar hanya karena kota-kotanya yang gemerlap, melainkan karena desa-desanya yang mandiri dan sejahtera. Pembangunan yang sejati tumbuh dari bawah,” ungkap Ridho saat memaparkan pandangannya.
*Meneladani Pahlawan dan Membentengi Generasi Digital*
Di tengah kemeriahan HUT RI ke-81, Ridho mengajak masyarakat untuk kembali menggali dan meresapi nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Jiwa nasionalisme dan sikap rela berkorban demi mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa harus tetap hidup di dada generasi muda.
Sebagai pilar penerus, pemuda dituntut menjadi garda terdepan sekaligus pelopor pembangunan. Namun, tantangan hari ini berbeda dengan masa lalu. Di era disrupsi digital yang deras, pemuda desa harus cerdas memfilter setiap tayangan, informasi, maupun hiburan agar tidak terperosok dalam pengaruh negatif.
*Inspirasi Gerakan Pemuda Wateswinangun*
Sebagai putra daerah yang lahir dan tumbuh di pedesaan, Ridho menyimpan harapan besar untuk mengonsolidasikan potensi pemuda di wilayahnya melalui beberapa langkah konkret:
– Sikap Kritis Berbasis Solusi: Mendorong pemuda desa untuk aktif mengawal kebijakan lokal secara kritis namun tetap konstruktif dan memberikan jalan keluar.
– Revitalisasi Wadah Kepemudaan: Menghidupkan kembali Karang Taruna dan komunitas kepemudaan sebagai ruang berkreasi dan berdiskusi.
– Pembinaan Olahraga Berkelanjutan: Mengubah tradisi olahraga seperti sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis yang selama ini sebatas “event dadakan” Agustusan menjadi kegiatan rutin yang didukung fasilitas memadai.
Refleksi HUT RI ke-81 ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat pedesaan untuk bangkit, maju, dan mandiri bersama demi menyokong kejayaan Indonesia.
Redaksi//
Angatberita.id
Tim







Komentar