Sumenep, angkatberita.id – Aroma busuk dugaan mafia pupuk subsidi di Kabupaten Sumenep kian tercium. Setelah audensi bersama para distributor pupuk di kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep dinilai “jalan di tempat”, kini Solidaritas Aktivis, Mahasiswa, dan Wartawan Sumenep (Samba) bersiap menggebrak meja Pupuk Indonesia.
Menurut Asmuni, Kepala Bidang Investigasi Samba, jawaban para pihak yang hadir dalam forum audensi lalu justru menimbulkan tanda tanya besar. Alih-alih transparan, mereka justru dinilai berputar-putar tanpa kejelasan.
“Hingga audensi selesai, mereka tidak berani membuka data realisasi kuota pupuk subsidi tahun 2018–2020. Padahal itu hak publik sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Asmuni.
Sikap bungkam para distributor, perwakilan Pupuk Indonesia area Madura, dan pejabat Dinas Pertanian itu justru menguatkan dugaan adanya sesuatu yang ditutupi.
Bahkan, menurut data yang dihimpun Tim Samba, ada indikasi oknum yang sengaja mark up data pupuk untuk meraup kuota subsidi dalam jumlah besar. Jika benar, praktik ini bukan hanya merugikan petani, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah per tahun.
Karena itu, pada Senin, 15 September 2025, Samba akan melayangkan surat resmi audensi ke Pupuk Indonesia di Graha Sarana, Gresik. Tak berhenti di situ, mereka juga akan mengirimkan laporan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) agar persoalan ini diaudit secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen terus mengawal kasus ini sampai terang benderang. Kami ingin tahu siapa dalang di balik dugaan penyelewengan dan mark up data kuota pupuk subsidi di Sumenep. Surat ke Pupuk Indonesia sudah kami siapkan, bahkan agenda menghadap ke Kementerian Pertanian RI juga sedang dipertimbangkan,” ujar Asmuni.
Ia mengingatkan kembali pesan keras Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang pernah menegaskan bahwa pengecer maupun distributor tidak boleh mempermainkan pupuk bersubsidi.
“Kalau ada yang main-main, izinnya harus dicabut. Dan tidak boleh ditolerir,” tegas Asmuni menirukan pernyataan Menteri Pertanian. (Asm)







Komentar