Bukan Dongkrak Ekonomi, Kalender Event Justru Diduga Habiskan Anggaran Rakyat

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id – Pusaran dugaan pungutan liar (pungli) pada Madura Culture Festival (MCF) 2025 kembali menelanjangi wajah buruk tata kelola pariwisata di Kabupaten Sumenep. Sugeng, panitia sekaligus mantan Tenaga Ahli (TA) Bupati, yang kini juga menjabat komisioner Baznas, diduga menjadikan kalender event bukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat, melainkan sebagai ruang bancakan segelintir elit.

Fakta terbaru, Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, dengan nada kecewa membantah klaim Sugeng yang menyebut RSUDMA hanya menyumbang Rp500 ribu. Informasi yang beredar, RSUDMA justru menyumbang Rp20 juta. Itu artinya, ada dugaan panitia mengemplang Rp19,5 juta dana sponsor.

Baca Juga :  Terbongkar di Persidangan! Kuasa Hukum Ungkap Saksi Palsu Kasus Lapen Sampang, Hakim Bereaksi Keras

Tak hanya itu, paguyuban pengusaha rokok yang diminta setor Rp3 juta per orang dari 73 anggota, terkumpul Rp40 juta bahkan siap menyetor Rp50 juta. Namun Rp10 juta di antaranya tidak jelas keberadaannya.

Lebih ironis, para pelaku UMKM yang seharusnya difasilitasi justru ditarik biaya sewa tenda jutaan rupiah. Padahal, fasilitas itu semestinya ditanggung pemerintah lewat APBD, dana CSR, maupun sponsorship.

Aktivis Sumenep, Ahmad Amin Rifa’i, menilai kalender event selama ini hanya jadi topeng. Sebab tujuan event ini bukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumenep, tapi untuk membuka ruang korupsi.

“Buktinya, UMKM sendiri masih diperas biaya sewa tenda, padahal APBD, CSR, dan sponsorship sudah dipaksa masuk. Ini jelas pemborosan dan hanya menguntungkan elit,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Kukuhkan Ratusan Relawan Pemadam Kebakaran Di Tungkal Ulu

Amin menyebut narasi Sugeng tentang “sponsor kecil” hanyalah upaya menutup-nutupi aliran dana besar.

“Kalau benar RSUDMA setoran Rp20 juta tapi hanya diakui Rp500 ribu, lalu sisanya kemana? Dana dari pengusaha rokok juga tak jelas. Ini jelas-jelas manipulasi,” kecamnya.

Ia mendesak aparat penegak hukum segera membongkar skandal ini hingga ke akar-akarnya.

“Budaya Madura jangan dijadikan tameng untuk memalak sponsor. Kalau terus dibiarkan, kalender event bukan lagi aset pariwisata, tapi mesin pungli yang merugikan rakyat. Sugeng harus dicopot!” pungkas Amin. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru