Sidoarjo, 29 September 2025 .angkatberita.idberita Sidoarjo
Peristiwa mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Salah satu bangunan asrama putra ambruk pada Senin siang, menyebabkan puluhan santri panik dan berhamburan keluar.
Informasi awal menyebutkan, sejumlah santri menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan. Belasan lainnya segera mendapat pertolongan medis. Untuk mempercepat evakuasi, sebanyak 19 unit ambulans dikerahkan ke lokasi dari berbagai rumah sakit, PMI, dan relawan kesehatan.
Petugas gabungan dari BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, dan Damkar terus melakukan upaya pencarian di antara puing-puing bangunan. Beberapa korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak pengurus pesantren mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada petugas. Hingga kini, jumlah pasti korban maupun penyebab runtuhnya asrama masih dalam proses pendataan.
“Kami masih fokus pada evakuasi dan keselamatan santri. Mohon doa masyarakat agar semua korban segera pulih,” ujar salah satu pengurus Ponpes Al Khoziny kepada wartawan.
Warga sekitar juga terlihat bergotong royong membantu proses evakuasi dengan menyediakan logistik, air minum, dan dukungan bagi para santri yang selamat.
Data Korban
Total santri yang menjadi korban evakuasi: 84 orang
Dari 84 tersebut:
Di RSUD Sidoarjo (R. Notopuro): 35 orang dirawat; 26 luka ringan, 8 luka berat
Di RS Islam (RSI) Siti Hajar: 46 orang dirawat
Di RS Delta Surya: 4 orang dirawat
Korban meninggal: 1 santri bernama Alfian Ibrahim (11 tahun, asal Bangkalan, Madura)
Beberapa korban telah dipulangkan setelah perawatan awal.
Bangunan yang ambruk diyakini adalah musala di asrama putra, terjadi saat sebagian santri melaksanakan salat Asar (diperkirakan sekitar 100 orang salat)
Robin







Komentar