Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi di Desa Komis, Asisten Tenaga Ahli Turun Tangan

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Proyek saluran irigasi melalui program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GAI) di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, terus menuai sorotan.

Pekerjaan yang dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Rena Putrie dengan anggaran Rp195 juta itu diduga tidak sesuai petunjuk teknis.

Investigasi lapangan menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan, mulai dari penggunaan material batu apung yang tidak sesuai spesifikasi, susunan bata yang asal, hingga ketiadaan pondasi yang seharusnya menjadi bagian konstruksi dasar, lebar saluran pun disebut tidak sesuai standar teknis sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 14/PRT/M/2015.

Baca Juga :  Bencana tanah longsor pada saluran irigasi Cibalok Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 28 Januari 2026

Menanggapi temuan tersebut, Imam Hambali selaku Asisten Tenaga Ahli (Asta) P3GAI Desa Komis, menyatakan telah turun langsung ke lokasi.

“Sudah turun kemarin ke lokasi, hasil klarifikasi sudah saya sampaikan ke balai besar BBWS, memang betul dugaan terkait pekerjaan HIPPA tersebut, tinggal menunggu respon dari pelaksana seperti apa. Yang penting sudah saya sampaikan ke balai,” kata Imam Hambali, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Komitmen Polres Langkat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba kembali mendapat apresiasi dari masyarakat.

Imam menambahkan, jika hasil peninjauan balai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) nantinya masih menemukan kekurangan, akan dilakukan klarifikasi lanjutan. “Kalau masih belum sesuai, nanti akan ada klarifikasi lagi. Kemungkinan bisa ditambah volumenya. Kita tunggu hasil dari balai BBWS,” ujarnya.

Hingga kini, pihak pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, hasil klarifikasi dari balai BBWS masih ditunggu untuk memastikan langkah perbaikan selanjutnya.

(Sams)

Berita Terkait

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru