Sumenep, angkatberita.id – Pusaran dugaan pungutan liar (pungli) pada Madura Culture Festival (MCF) 2025 kembali menelanjangi wajah buruk tata kelola pariwisata di Kabupaten Sumenep. Sugeng, panitia sekaligus mantan Tenaga Ahli (TA) Bupati, yang kini juga menjabat komisioner Baznas, diduga menjadikan kalender event bukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat, melainkan sebagai ruang bancakan segelintir elit.
Fakta terbaru, Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, dengan nada kecewa membantah klaim Sugeng yang menyebut RSUDMA hanya menyumbang Rp500 ribu. Informasi yang beredar, RSUDMA justru menyumbang Rp20 juta. Itu artinya, ada dugaan panitia mengemplang Rp19,5 juta dana sponsor.
Tak hanya itu, paguyuban pengusaha rokok yang diminta setor Rp3 juta per orang dari 73 anggota, terkumpul Rp40 juta bahkan siap menyetor Rp50 juta. Namun Rp10 juta di antaranya tidak jelas keberadaannya.
Lebih ironis, para pelaku UMKM yang seharusnya difasilitasi justru ditarik biaya sewa tenda jutaan rupiah. Padahal, fasilitas itu semestinya ditanggung pemerintah lewat APBD, dana CSR, maupun sponsorship.
Aktivis Sumenep, Ahmad Amin Rifa’i, menilai kalender event selama ini hanya jadi topeng. Sebab tujuan event ini bukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Sumenep, tapi untuk membuka ruang korupsi.
“Buktinya, UMKM sendiri masih diperas biaya sewa tenda, padahal APBD, CSR, dan sponsorship sudah dipaksa masuk. Ini jelas pemborosan dan hanya menguntungkan elit,” tegasnya.
Amin menyebut narasi Sugeng tentang “sponsor kecil” hanyalah upaya menutup-nutupi aliran dana besar.
“Kalau benar RSUDMA setoran Rp20 juta tapi hanya diakui Rp500 ribu, lalu sisanya kemana? Dana dari pengusaha rokok juga tak jelas. Ini jelas-jelas manipulasi,” kecamnya.
Ia mendesak aparat penegak hukum segera membongkar skandal ini hingga ke akar-akarnya.
“Budaya Madura jangan dijadikan tameng untuk memalak sponsor. Kalau terus dibiarkan, kalender event bukan lagi aset pariwisata, tapi mesin pungli yang merugikan rakyat. Sugeng harus dicopot!” pungkas Amin. (Asm)







Komentar