Proyek P3TGAI di Aengdake Diduga Gagal Total, Semua Pihak Bungkam

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 11:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali jadi sorotan tajam. Tiga proyek dengan total anggaran hampir Rp600 juta itu dinilai gagal total dan hanya menjadi “monumen pemborosan”, namun hingga kini tak ada sikap tegas dari pihak terkait.

Pantauan di lapangan, bangunan yang seharusnya berfungsi sebagai saluran irigasi produktif justru lebih menyerupai parit pembuangan. Fondasi dangkal, konstruksi amburadul, hingga saluran yang tak terkoneksi dengan sumber air membuat proyek ini diprediksi tidak memberi manfaat bagi petani.

Baca Juga :  RSUD Sumenep Jemput Bola ke SLB, Edukasi Kesehatan untuk Difabel Tak Lagi Sekadar Wacana

“Bungkamnya pendamping, ketua HIPPA, dan pihak-pihak terkait jelas menunjukkan lemahnya pengawasan. Program ini diduga hanya jadi formalitas dan ajang permainan oknum untuk meraup keuntungan pribadi,” tegas aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, Rabu (17/9/2025).

Setiap proyek menelan dana sekitar Rp195 juta melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Namun hasilnya jauh dari harapan. Bagi masyarakat, bangunan itu lebih mirip “drainase” yang hanya mengelilingi lahan tertentu, tanpa ada aliran air yang menopang pertanian.

Baca Juga :  Kontingen PBSI Tanjab Barat Resmi Dilepas, Sekda Tekankan Disiplin dan Mental Juara di Ajang PB Pratama Open

Bagas bahkan menyamakan pola ini dengan kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sempat heboh beberapa waktu lalu. “Proyek berbasis kelompok kerap dijadikan bancakan. Negara gagal merekrut pendamping yang benar-benar bisa memastikan program berhasil. Jika pola ini dibiarkan, korupsi infrastruktur pedesaan hanya akan semakin mengakar,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pendamping, pengawas proyek, maupun instansi terkait termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tetap bungkam. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru