Kebijakan Pengadaan Seragam Rp 3 Miliar Dinilai Berpotensi Perkaya Kelompok Tertentu, Pemerintah Sumenep Didesak Pihak Aktivis Berpihak pada Rakyat

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id — Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam pengadaan seragam sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) senilai lebih dari Rp 3 miliar pada tahun anggaran 2025 menuai sorotan tajam. Program ini dinilai rawan menjadi ajang memperkaya segelintir kelompok yang memiliki kedekatan dengan para pengambil kebijakan, ketimbang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat lokal.

Aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, dengan lantang mengkritik kebijakan tersebut. Menurutnya, pengadaan seragam dalam skala besar bukan hanya soal proyek, tetapi memiliki dampak ekonomi langsung terhadap pelaku UMKM lokal, terutama para penjahit dan penjual kain di Sumenep.

“Program ini tidak hanya tentang pengadaan barang, tetapi soal siapa yang menikmati keuntungan. Kalau kebijakan ini hanya berputar pada kelompok yang dekat dengan kekuasaan, maka jelas rakyat kecil kembali dikorbankan,” tegas Bagas, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga :  Selamat Dan Sukses Atas Terpilihnya Siswanto Sebagai Sekretaris PGRI Cabang Blega 2025-2030

Ia menyoroti pernyataan Kabid SD Dinas Pendidikan Sumenep, Ardiansyah, yang menyebutkan bahwa pengelolaan proyek bisa saja diberikan kepada UMKM lokal, tergantung keputusan tiga pihak utama: bupati, DPRD, dan kepala Bappeda.

“Kalau tidak mau ditenderkan, keputusannya ada di tiga rangkaian, satu bupati sebagai eksekutif, DPRD sebagai legislatif, dan kepala Bappeda sebagai pemegang kebijakan. Selesai itu,” kata Bagas menirukan pernyataan Kabid SD.

Bagas menilai pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana keputusan strategis masih berputar di lingkaran elite, bukan berpijak pada kepentingan masyarakat luas. Ironisnya, Sumenep saat ini berstatus sebagai kabupaten termiskin ketiga di Jawa Timur, sehingga setiap kebijakan seharusnya diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat, bukan memperlebar jarak antara penguasa dan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Kompensasi Loss di Desa Bajrasokah, GASI Minta PLN Bertanggung Jawab

“Kalau dunia pendidikan saja dijadikan ladang untuk memperkaya kelompok tertentu lewat mekanisme tender yang itu-itu saja pemenangnya, untuk apa ditenderkan? Kenapa tidak langsung libatkan UMKM lokal? Itu lebih relevan dan berdampak,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil penelusurannya ke lapangan menunjukkan UMKM lokal siap memenuhi kebutuhan seragam sesuai spesifikasi pemerintah dengan harga Rp 200 ribu per paket. Artinya, potensi keterlibatan ekonomi lokal sangat besar jika pemerintah mau mengambil langkah keberpihakan nyata.

“Kini pengusaha UMKM Sumenep hanya menunggu bagaimana sikap pemerintah terhadap polemik ini. Kami akan terus mengawal agar kebijakan yang diambil tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tapi benar-benar berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (Asm)

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:19 WIB

HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru