100 KPM di Banyukapah Tak Kebagian Beras Bulog, Diduga Ada Manipulasi Data

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Penyaluran bantuan pangan berupa beras Bulog kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa (2/9), diduga tidak menjangkau seluruh penerima yang telah terdata.

Sejumlah warga mengaku tidak memperoleh bantuan sebagaimana periode sebelumnya, laporan menyebutkan sekitar 100 KPM yang namanya tercantum dalam daftar penerima tidak mendapatkan jatah beras.

“Biasanya kami dapat bagian, tapi sekarang tidak,” kata seorang warga berinisial M, Selasa.

Baca Juga :  Pelaksanaan Proyek Lapangan Sepakbola Sampang Dikhawatirkan Tak Tepat Waktu, Pekerjaan Baru Dimulai

Situasi ini berpotensi melanggar ketentuan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyaluran Bantuan Pangan.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa bantuan pangan harus tersalurkan secara tepat sasaran sesuai daftar KPM yang ditetapkan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah bersama penyalur memiliki kewajiban memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.

Pihak pemerintah desa dan kecamatan diminta segera memberikan penjelasan terkait dugaan perubahan atau penghapusan data penerima. PT Pos Indonesia sebagai penyalur resmi juga diminta membuka data untuk menjawab dugaan adanya penerima ganda maupun pemangkasan.

Baca Juga :  Tinjau Langsung di Lapangan, Ditjen Strahan Kemhan RI Lakukan Kunjungan Kerja Dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Satgas di Perbatasan

Bantuan pangan berupa beras Bulog merupakan program pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga berpenghasilan rendah di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya menghubungi Pemerintah Desa Banyukapah, Pemerintah Kecamatan Kedungdung, Bulog, dan PT Pos Indonesia untuk memperoleh keterangan resmi.

(BBG)

Berita Terkait

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru