Sumenep||angkatberita – Kontras tajam terlihat dalam pelayanan PLN Sumenep. Di satu sisi, tagihan listrik ke warga tak pernah telat. Di sisi lain, penanganan kabel nyangkut di atap rumah warga justru molor berbulan-bulan hingga sebabkan kerusakan parah.
Nasib nahas dialami Rosi, warga Desa Beringin, Sumenep. Rumah miliknya rusak berat setelah kabel listrik PLN yang nyangkut di atap dibiarkan terbengkalai. Genteng ambrol, rangka atap jebol, dan lubang menganga terlihat jelas pada bagian atap rumahnya.
Ironisnya, Rosi mengaku sudah berulang kali menghubungi PLN setempat untuk meminta perbaikan. Namun yang didapat hanya janji tanpa realisasi. Saat pertama melapor, petugas berdalih, “Ya, saya nanti telepon kepalanya.”
“Kami sudah lapor, sudah minta tolong. Tagihan tiap bulan lancar saya bayar, tapi giliran minta benerin kabel dijanjikan terus. Sekarang rumah saya yang jadi korban,” ujar Rosi, Sabtu (2/5/2026).
Anehnya, saat Rosi menghubungi kembali karena kabel tak kunjung dibenahi, jawaban petugas justru berubah. Kali ini Rosi malah disuruh datang sendiri ke kantor PLN.
Kabel yang terus menempel dan tertarik angin membuat struktur atap tak kuat menahan beban. Kerusakan makin meluas dan membahayakan. Bagian atap kini rawan roboh saat hujan deras atau angin kencang. Warga sekitar juga cemas kabel tersebut berpotensi memicu korsleting hingga kebakaran.
Kasus ini kembali menyorot lambannya respons PLN ULP Sumenep terhadap aduan warga. Sigap saat menagih dan memutus, namun lamban dan berbelit saat warga butuh perbaikan.
Dikonfirmasi terpisah, Manager PLN ULP Sumenep, Somad, mempertanyakan jalur pelaporan yang digunakan warga.
“Laporan manual atau by Aplikasi PLN Mobile mas? Bisa diinfokan nomer ID pelanggan ini, nomor telepon dan shareloc-nya,” katanya.
Pernyataan ini mengindikasikan PLN baru akan menindaklanjuti setelah semua data administratif lengkap, meski kondisi rumah warga sudah rusak parah dan aduan disebut sudah disampaikan berulang kali secara langsung ke petugas.
Hingga berita ini diturunkan, kabel PLN tersebut masih menempel di atap rumah Rosi dan belum ada petugas yang datang melakukan perbaikan.






Komentar