Pasca Pasien Meninggal di Puskesmas Bluto, Kadinkes Sumenep Disorot: Dinilai Lindungi Derma dan Abai Tanggung Jawab

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 21:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kadinkes P2KB Sumenep ditekan bertanggungjawab atas insiden pasien meninggal lantaran diduga lalai

Sumenep, angkatberita.id  — Kematian tragis seorang pasien berinisial H, warga Desa Bluto, Kecamatan Bluto, pada Senin, 24 November 2025, kini berbuntut panjang. Dugaan kuat kelalaian tenaga medis di Puskesmas Bluto tak hanya memantik amarah publik, tetapi juga menyeret sikap Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep yang dinilai terkesan lepas tangan dan melindungi bawahan.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taretan Legal Justitia secara terbuka mendesak agar Kepala Puskesmas Bluto dicopot dari jabatannya. Ketua LBH, Zainurrosi, menilai kasus ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan cermin bobroknya sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas Bluto yang selama ini luput dari pengawasan serius Dinkes.

Ironisnya, dalam audiensi yang digelar pada 28 November 2025, tak satu pun perwakilan dari Puskesmas Bluto dihadirkan, meski sebelumnya LBH secara resmi meminta agar seluruh pihak terkait dihadirkan, termasuk dari unsur tenaga medis yang menangani pasien.

Baca Juga :  Awak Media Temukan Pesan Keluhan Wartawan Terdampak Banjir di Grup Mitra Polres Aceh Timur

“Saya sangat kecewa. Audiensi ini tidak dihadiri pihak Puskesmas Bluto, padahal peristiwa meninggalnya pasien terjadi di sana. Ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada unsur perlindungan dari Dinkes terhadap Puskesmas Bluto,” tegas Zainurrosi, Senin (1/12/2025).

Ia menilai absennya pihak Puskesmas bukan sekadar alasan teknis, melainkan indikasi upaya pengaburan tanggung jawab.

“Ini membuktikan bahwa pelayanan Puskesmas Bluto diduga memang bobrok. Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi, kenapa takut hadir?” sindirnya.

LBH bahkan menegaskan bahwa Kepala Puskesmas Bluto layak dipecat, bukan sekadar dibina.

“Ini seharusnya dipecat agar ke depan tidak jatuh korban lagi. Jangan sampai nyawa rakyat dianggap murah di mata pejabat,” tandasnya.

Namun, alih-alih menunjukkan sikap tegas, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Elliay Fardasah, justru menyampaikan pernyataan yang dinilai publik terlalu normatif dan defensif.

Baca Juga :  Berangkat 11 Mei Dini Hari, Ini Pesan Penting Wabup untuk 1.356 Calon Haji Sumenep

“Karena kami ini OPD pembina, jadi tidak mungkin langsung melakukan tindakan pemecatan. Tindakan yang bisa kami lakukan adalah pembinaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menuai kritik karena dianggap tidak sebanding dengan nyawa yang telah melayang. Publik mempertanyakan, berapa lagi korban yang harus jatuh sebelum sanksi tegas dijatuhkan?

Meski Dinkes berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Puskesmas Bluto, komitmen itu dinilai belum cukup menjawab tuntutan keadilan keluarga korban dan keresahan masyarakat. Kasus ini pun kian memperkuat anggapan bahwa pengawasan internal Dinkes selama ini lemah, bahkan terkesan membiarkan praktik pelayanan medis yang jauh dari standar keselamatan pasien. (Yf)

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Berita Terbaru