Bangkalan. Angkatberita.id
Ketua kelompok nasabah di Dusun Tongguh, Desa Buduran, kecamatan Arosbaya Bangkalan suarakan kekecewaan atas perlakuan yang dinilai tidak adil dari pihak Amartha. Ia mengaku pengajuan limit pinjaman dirinya dan anggota kelompoknya berulang kali ditolak tanpa penjelasan yang jelas.
“Saya punya salah apa? Kenapa semua pengajuan anggota saya seperti dikunci,” ujar ketua kelompok dengan nasabah.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan nasabah di wilayah lain yang masih dapat mengakses pencairan limit dengan lancar. Ia pun merasa kelompoknya diperlakukan tidak setara.
Padahal, ia menegaskan selama ini selalu berupaya disiplin dalam pembayaran mingguan. Namun, keterlambatan singkat justru disebut langsung mendapat respons keras dari petugas lapangan.
Tak hanya itu, ketua kelompok nasabah setempat juga mempersoalkan kejanggalan data, di mana aplikasi sempat menampilkan tunggakan meski dirinya merasa tidak pernah menunggak.
Keluhan ini menjadi keresahan nasabah yang sebelumnya juga mengaku menerima tagihan berulang hingga pengajuan limit ditolak, meski status tunggakan telah dinyatakan bersih.
Saat dikonfirmasi, petugas lapangan hanya memberikan jawaban singkat dengan alasan hari libur. Hingga kini, pihak Amartha belum memberikan penjelasan resmi. Nasabah pun berharap ada klarifikasi terbuka agar tidak muncul dugaan perlakuan pilih kasih atau kesalahan sistem yang merugikan masyarakat.
(Robin)






Komentar