Bangkalan. Angjatberita.id
Pameran seni rupa tunggal karya seniman senior Bangkalan, Drs. Fajar Iriadi atau yang akrab disapa Mas IR, resmi dibuka di Taman Paseban Alun-Alun Bangkalan, Sabtu sore (20/6). Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut (Sabtu-Kamis) berlangsung meriah dengan ragam pertunjukan seni dan kreativitas para peserta didik binaannya.
Sejak sore hari, pengunjung disuguhi berbagai penampilan, mulai dari tari tradisional, pantomim, hingga aksi melukis spontan yang diperagakan anak-anak didiknya mulai dari tingkat TK, hingga SMA dan SMK. Mereka menunjukkan kemampuan dan kreativitas masing-masing di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Pembukaan pameran diawali dengan doa bersama dan pemotongan nasi tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Mas IR menyampaikan pesan moral kepada seluruh murid dan anak didiknya agar terus bersemangat mengembangkan bakat serta tidak pernah berhenti berkarya.
“Saya ingin melihat anak didik saya mampu menunjukkan prestasi terbaiknya, mulai hari ini hingga masa yang akan datang, melalui karya-karya terbaik yang mereka hasilkan,” ujarnya.
Suasana haru terasa ketika Mas IR menyampaikan rasa terima kasih kepada semua rekan pendukungnya terutama kepada keluarga yang selama ini mensupport perjalanan berkesenian dirinya. Secara khusus, ia mengenang almarhumah ibundanya yang semasa hidup selalu memberikan motivasi dan nasihat tentang pentingnya menjadi pribadi yang penuh berkesadaran diri.
“Saya berterima kasih kepada semuanya terutama terhadap istri saya tercinta yang selalu memberikan dukungan dan pengertian. Dan yang paling menyentuh bagi saya adalah pesan moeal ibu saya semasa hidup, yang selalu mengingatkan agar bisa menjadi orang yang dapat berkesadaran dan bisa memberi manfaat bagi keluarga dan banyak orang,” tuturnya.
Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan dialog publik yang membahas eksistensi seni dan pentingnya berkarya sebagai bagian dari proses pengembangan diri sekaligus sarana memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pameran tunggal tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari rekan sesama seniman, Dinas Pariwisata setempat, pelaku usaha lokal, lembaga pendidikan seperti TK YKK dan TK Anna Husada, hingga para orang tua siswa yang selama ini mempercayakan putra-putrinya belajar di Sanggar Lukis Madurese.
Sebagai pendiri dan pemilik Sanggar Lukis Madurese yang eksis selama puluhan tahun, Mas IR berharap masyarakat terus mengisi waktunya dengan kegiatan positif sesuai profesi, minat, dan bakat yang dimiliki.
“Teruslah berkarya hingga menemukan kebahagiaan dan kepuasan dalam setiap karya yang diciptakan, hobi dan profesi hanya sebagai pintu menuju kemenangan,” pungkasnya.
Pameran ini bukan sekadar ruang menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi motivasi bahwa semangat berkarya, berbagi ilmu, dan salaing memberi manfaat kepada sesama merupakan warisan nilai yang patut terus dijaga antar lintas generasi.






Komentar