
Aceh Timur ll angkatberita.id – Awak media menemukan sebuah tulisan berbentuk curhatan dari seorang wartawan yang turut menjadi korban banjir di Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Pesan tersebut beredar di dalam grup komunikasi mitra Polres Aceh Timur dan berisi ungkapan kekecewaan atas tidak hadirnya pimpinan daerah ke sejumlah lokasi terdampak banjir di sekitar kawasan pendopo Bupati.
Dalam curhatannya, wartawan tersebut menyayangkan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur yang menurutnya tidak meninjau desa-desa di sekitar pusat pemerintahan daerah, meski lokasi-lokasi tersebut juga mengalami dampak banjir cukup parah. Ia menilai bahwa kehadiran pimpinan daerah sangat dibutuhkan masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.
Lebih jauh, si wartawan menuliskan dugaan adanya perlakuan tidak merata dalam peninjauan wilayah banjir. Ia menyebut bahwa Bupati lebih sering terlihat mengunjungi kawasan Peureulak, sementara Wakil Bupati disebut lebih banyak hadir di wilayah barat Aceh Timur. Menurutnya, kedua wilayah tersebut merupakan kampung asal masing-masing pimpinan daerah. Dalam tulisannya, ia menyayangkan jika penanganan bencana terkesan terfokus pada wilayah tertentu saja.
Keluhan yang ditulisnya itu mencerminkan kekecewaan pribadi sebagai warga terdampak sekaligus sebagai jurnalis yang mengikuti perkembangan penanganan banjir di lapangan.
Rahmat si wartawan yang curhat di grup Mitra polres Aceh Timur kepada angkatberita.id saat dikonfirmasi menambahkan, dia sudah pernah ketemu dengan Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo dan menyampaikan langsung nasib warga yang terdampak banjir beberapa hari lalu. “Saya sudah bertemu langsung dengan Pak Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky dan juga Pak Wabup sekitar tiga hari yang lalu, sudah saya sampaikan langsung keadaan yang kami alami di Gampong Aceh, tapi tidak ditanggapi, ” Terang Rahmat melalui sambungan telepon whatsapp pada Kamis 04-12-2025.
Kontributor Ab/M.h Nduru






Komentar