Asap Protes PMII Bakar Muka BRI, Jerit Pensiunan Tak Didengar

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 14:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep||angkatberita – Kepulan asap hitam membelah langit Jalan Trunojoyo, Sumenep siang tadi Kamis (23/02/2026), bukan kebakaran biasa. Puluhan mahasiswa PMII Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA) membakar ban tepat di depan Kantor BRI Cabang Sumenep. Api itu bukan sekadar nyala, tapi tamparan keras untuk manajemen bank plat merah.

Aksi ini meledak karena “penipuan” nasabah pensiunan diduga jadi korban penyalahgunaan jabatan dalam pinjaman beragunan SK pensiun. Gaji pensiun yang seharusnya jadi penopang hidup di hari tua, justru terus dipotong. Korban sudah berjatuhan, tapi BRI Cabang Sumenep dituding masih “tidur nyenyak”.

Kordinator Lapangan, Ibnu Aljazari, tak menahan amarah di atas mobil komando, Ketegangan makin panas saat perwakilan BRI coba menemui massa. Ditolak mentah-mentah.

Baca Juga :  Kasus Penipuan Rp200 Juta di Sampang Masuk Banding, Korban Minta Putusan Tetap Dipertahankan

“Kami kecewa. BRI terkesan tidak serius. Pembakaran ban ini adalah bentuk kemarahan kami,” katanya sambil berteriak.

“Kami tidak mau diwakili. Pimpinan cabang harus turun langsung dan memberikan penjelasan,” lmbuh Ibnu.

Bagi mahasiswa, kasus ini bukan sekadar salah prosedur. Ini soal keberpihakan pada rakyat kecil. Pensiunan yang puluhan tahun mengabdi, kini gajinya digerogoti tanpa ada langkah tegas bank. Pemotongan jalan terus, korban makin menjerit, BRI Cabang Sumenep dinilai tutup mata.

Ban terbakar di tengah jalan bukan tanpa pesan. Asap hitam yang menutup pandangan pengguna jalan itu simbol, ada yang gelap dalam tubuh BRI. Ada yang busuk dan sengaja ditutupi.

Baca Juga :  Satlantas Bangkalan Edukasi Pelajar Sekaligus Berbagi Helm Gratis

Di bawah penjagaan ketat aparat, massa PMII tak bergeming sampai tuntutan didengar. Baru setelah situasi memanas, pimpinan cabang akhirnya keluar kandang. Massa pun masuk, membawa satu tuntutan bulat. Yaitu hentikan pemotongan gaji korban dan tanggung jawab sekarang juga.

Jika benar pensiunan jadi korban permainan SK pensiun, maka ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal moral. Bank sebesar BRI tak boleh berlindung di balik kata “proses” sementara nasabah kecil menjerit.

Api di depan kantor BRI Sumenep hari ini adalah alarm. Jika tak segera dimatikan dengan keadilan, bukan tak mungkin besok yang terbakar adalah kepercayaan publik.

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Berita Terbaru