Proyek P3TGAI di Aengdake Diduga Gagal Total, Pendamping Bungkam

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 14:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, angkatberita.id – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali jadi sorotan. Tiga proyek bernilai hampir Rp600 juta itu dinilai tidak layak dan terkesan dikerjakan asal-asalan, namun ironisnya tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait.

Bangunan yang seharusnya berfungsi sebagai saluran irigasi produktif justru lebih menyerupai parit pembuangan air. Fondasi dangkal, konstruksi buruk, hingga saluran yang tidak terhubung dengan sumber air, membuat proyek ini diprediksi tak memberi manfaat nyata bagi petani.

“Bungkamnya pendamping dan pihak-pihak terkait jelas menjadi salah satu bukti lemahnya pengawasan. Program ini diduga hanya jadi formalitas dan ajang permainan oknum untuk meraup keuntungan pribadi,” tegas aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga :  Wabup Katamso Hadiri Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026

Setiap proyek menghabiskan sekitar Rp195 juta melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Namun, hasil di lapangan justru jauh dari tujuan program. Bagi masyarakat, proyek ini lebih mirip “drainase” yang hanya mengelilingi lahan tertentu, tanpa ada aliran air yang bisa menopang pertanian.

Bagas menyamakan pola yang terjadi dengan kasus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Menurutnya, proyek berbasis kelompok tani kerap dijadikan bancakan karena lemahnya pengawasan negara.

Baca Juga :  DPP AMI "Kejaksaan Negeri Lamongan Hanya Pandai Membangun Pencitraan"

“Negara gagal merekrut pendamping yang benar-benar bisa memastikan keberhasilan program. Jika pola seperti ini dibiarkan, korupsi infrastruktur pedesaan hanya akan semakin mengakar,” tambahnya.

Hingga kini, pihak pendamping, pengawas proyek, maupun instansi terkait termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, memilih bungkam. Publik pun mempertanyakan, apakah pembiaran ini disengaja atau memang ada pembagian keuntungan yang membuat semua pihak tutup mata. (Asm)

Berita Terkait

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel
HUT ke-81 RI, Wabup Muratara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan
Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi
Wujudkan Kamseltibcarlantas Kondusif, Kasat Lantas Polresta Sumenep AKP Beny Kuncoro Pimpin Rampcheck Bus di Momen HUT RI
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Bangkit Bersama di Hari Kemerdekaan: Meneguhkan Integritas,Komunikasi,Sinergi dan Kebersamaa GM FKPPI Tangsel

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Pengalihan Dana Pasar Karangploso Pembangunan Lapak Swadaya Mangkrak, Dana Diduga Dialihkan Untuk Kepentingan Partai Politik Tertentu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:49 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Bersama Memajukan Pertanian Pamekasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Hanya Butuh 3 Menit Gondol Motor, Dua Residivis Curanmor di Surabaya Akhirnya Diringkus Polisi

Berita Terbaru