
SAMPANG (ANGKAT BERITA) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya digadang-gadang sebagai tameng negara dalam melindungi wanita hamil, balita, dan anak sekolah dari ancaman stunting, justru memunculkan ironi pahit di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Alih-alih menghadirkan makanan bergizi dan layak, paket MBG yang bersumber dari Dapur MBG Al Ihsan diduga hanya dibungkus plastik tipis, berisi nasi dan lauk ala kadarnya.
Fakta ini memantik kekecewaan warga, sebab makanan tersebut diperuntukkan bagi kelompok paling rentan, ibu hamil yang semestinya mendapatkan perhatian ekstra dari sisi gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Fakta dilapangan memperlihatkan kondisi makanan yang jauh dari standar ideal program nasional, pengemasan menggunakan plastik dinilai tidak hanya mengabaikan aspek higienitas, tetapi juga mencerminkan rendahnya keseriusan pengelola dalam menjalankan program negara yang dibiayai uang rakyat.
“Ini program untuk bumil, bukan makan biasa, kalau penyajiannya seperti ini, patut dipertanyakan di mana letak tanggung jawab pengelola dapur,” ungkap seorang warga dengan nada geram. Senin (12/01)
Program MBG bukan sekedar agenda seremonial atau proyek rutinitas, program ini menyangkut keselamatan generasi masa depan.
Ketika pelaksanaannya terkesan asal-asalan, publik wajar mempertanyakan apakah anggaran MBG benar-benar digunakan sebagaimana mestinya, atau justru tergerus dalam praktik yang menjauh dari tujuan awal.
Lebih ironis lagi, lemahnya pengawasan seolah memberi ruang bagi pelaksana di lapangan untuk bekerja tanpa standar yang jelas.
Pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait di Kabupaten Sampang dinilai lalai menjalankan fungsi kontrol, sehingga program strategis nasional tereduksi menjadi sekedar formalitas pembagian makanan.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola Dapur MBG Al Ihsan maupun pihak Pemerintah Desa Gunung Rancak belum memberikan klarifikasi resmi terkait standar menu, nilai gizi, kemasan, serta mekanisme pengawasan program MBG tersebut.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang dan instansi terkait untuk segera turun tangan, melakukan audit menyeluruh, dan tidak ragu memberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran.
Sebab, membiarkan program MBG dijalankan secara serampangan sama artinya dengan mengkhianati hak ibu hamil dan masa depan anak-anak bangsa.








Komentar