Keretakan Proyek Lapangan Futsal di Tanjung Jabung Barat: Indikasi Penyimpangan Dana Desa 2023

- Redaksi

Rabu, 25 Desember 2024 - 19:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Jabung Barat (ANGKAT BERITA) – Proyek pembangunan lapangan futsal di Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kini menjadi perhatian masyarakat. Dengan anggaran dana desa tahun 2023 sebesar Rp 100 juta, fasilitas yang baru selesai beberapa bulan lalu kini sudah mengalami kerusakan parah. Retakan di permukaan lapangan futsal memunculkan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi memprihatinkan. Retakan muncul di berbagai bagian lapangan, mengindikasikan buruknya kualitas material yang digunakan. Selain itu, beberapa fasilitas pendukung yang seharusnya dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) seperti pagar pembatas tidak terealisasi.

“Saya melihat ini sudah tidak sesuai sejak awal. Beberapa fasilitas yang dianggarkan tidak ada sama sekali,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menegaskan perlunya membuka dokumen RAB untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Pasmar 1 Kirim Prajuritnya Untuk Misi Penanggulangan Bencana Alam di Sumatera

Informasi dari warga setempat menyebutkan, alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta rencananya digunakan untuk pengecoran dan pembangunan fasilitas olahraga. Namun, masyarakat mencurigai buruknya kualitas material dan lemahnya pengawasan selama pengerjaan proyek.

“Materialnya terkesan asal-asalan, dan pengerjaannya pun tidak diawasi dengan baik,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Saat dikonfirmasi, kepala desa mengakui adanya keretakan pada fasilitas tersebut dan berjanji akan melakukan perbaikan. Namun, ia menghindari pertanyaan terkait ketidaksesuaian antara hasil proyek dengan rencana anggaran.

“Kami akan segera memperbaiki, dan memastikan ini tidak mengganggu warga yang ingin menggunakan lapangan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sayangnya, pernyataan ini justru memicu kecurigaan masyarakat, yang menilai proyek ini bermasalah sejak awal.

Masyarakat meminta aparat penegak hukum serta Inspektorat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mengaudit proyek secara menyeluruh. Mereka berharap penyimpangan ini tidak hanya terungkap, tetapi juga ditindak secara tegas.

Baca Juga :  Penutupan Sungai di Pamekasan Bikin Resah, LSM Mendesak Penjelasan dari Dinas PU

“Kalau memang ada penyimpangan, jangan ragu untuk memprosesnya. Dana desa itu harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk oknum tertentu,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kasus ini menjadi refleksi persoalan klasik dalam pengelolaan dana desa—rendahnya pengawasan, kurangnya transparansi, dan minimnya akuntabilitas. Ironisnya, program yang seharusnya mendukung pembangunan desa justru menjadi ladang penyimpangan yang merugikan negara.

Masyarakat berharap, pengawasan ke depan bisa lebih ketat, dengan audit terbuka serta partisipasi masyarakat dalam memantau pelaksanaan proyek.

Lapangan futsal yang retak tidak hanya menggambarkan kondisi infrastruktur, tetapi juga retaknya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa. Apakah ini akan menjadi momentum reformasi tata kelola atau sekadar catatan kelam baru? Waktu dan tindakan pihak berwenanglah yang akan menentukan.

 

Penulis: Syah Roni

Kategori: Investigasi Dana Desa;;;

Berita Terkait

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru