Stop Bakar Sampah! Ini Imbauan Penting BPBD Jelang Puncak Kemarau 2026

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sumenep||angkatberita – Memasuki musim kemarau yang puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengeluarkan imbauan tegas, stop bakar sampah dan pembakaran lahan.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, menegaskan bahwa aktivitas pembakaran terbuka menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kondisi vegetasi mengering dan suhu udara meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Tindakan yang tampak sederhana dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan sedang sangat kering,” tegas Achmad Laily Maulidi, Selasa (09/06/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan masa pancaroba telah berakhir pada periode April hingga Mei 2026. Memasuki Juni, sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.

Menurut Achmad, musim kemarau bukan hanya soal berkurangnya curah hujan, tapi juga membawa risiko berlapis jika tidak diantisipasi sejak dini. Selain karhutla, ancaman lain yang mengintai adalah krisis air bersih dan gangguan kesehatan akibat debu serta asap.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Gaet Mahasiswa Uniba Lewat Program Police Goes to Campus

“Musim kemarau merupakan kondisi yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan bersama. Semakin dini langkah antisipasi dilakukan, semakin kecil pula risiko yang dapat ditimbulkan, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi,” ujarnya.

BPBD Sumenep juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak. Penggunaan air yang berlebihan selama musim kemarau berpotensi mempercepat terjadinya krisis air bersih, terutama di wilayah yang selama ini rawan kekeringan.

Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup hemat air, memperbaiki saluran yang bocor, serta memanfaatkan sumber air secara efisien untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan pertanian.

“Ketersediaan air bersih menjadi salah satu aspek yang harus dijaga bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan agar cadangan air tetap mencukupi hingga puncak musim kemarau,” kata Achmad.

Di sektor pertanian, para petani didorong untuk menerapkan sistem irigasi yang efisien serta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Langkah ini penting untuk menjaga produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Gelar “Polantas Menyapa” di Pantai Lombang, Kasat Lantas: Edukasi Publik Kunci Keselamatan Jalan

BPBD meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG maupun instansi terkait. Informasi tersebut dapat menjadi dasar mengambil langkah mitigasi sebelum risiko berkembang menjadi bencana.

“Kunci utama menghadapi musim kemarau adalah kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat meminimalkan dampak kekeringan, kebakaran, maupun gangguan kesehatan,” tegasnya.

BPBD Sumenep menegaskan akan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kesiapsiagaan daerah menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

“Melalui langkah antisipatif dan kepedulian bersama, dampak musim kemarau diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, nyaman, dan produktif,” pungkas Achmad Laily Maulidi.

Berita Terkait

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru