
Bangkalan. Angkatberita.id
Tidak hanya jembatan di Desa Tanah Merah Dajah kecamatan Tanah Merah kabupaten Bangkalan yang mengalami kerusakan, satu titik jembatan penghubung antara Desa Dalamba Dajah dan Desa Batangan di Tanah Merah juga berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga itu kini rusak berat dan dinilai membutuhkan renovasi secara total.
Dalam pemeriksaan di titik jembatan oleh pihak terkait yaitu dari pihak PUPR dan BPBD kabupaten, (Senin, 13/11), Amin salah satu perangkat Desa Batangan yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, bahwa jembatan tersebut saat ini hanya diperkuat dengan penunjang seadanya berupa gedek atau anyaman bambu. Penahan darurat tersebut jelas hanya bersifat sementara dan tidak mampu bertahan lama.
“Ketika hujan datang airnya pasti meluap karena jalur sungainya tertutup oleh urukan makadam yang semakin mengecil. Akhirnya air meluap ke jalan,” terang Amin kepada media, Senin, (13/11). Kondisi ini tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga mengancam terputusnya akses antar desa.
Dalam kaitannya, Camat Tanah Merah, Heri Arifin, memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga mengenai kerusakan infrastruktur yang ada. Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan sudah dilakukan untuk mempercepat penanganan.
Kepala Dinas PUPR Bangkalan, Rizal Mardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan hasil monitoring dan verifikasi lapangan.
“Masih dalam proses perhitungan RAB,” jelasnya.
Rizal menambahkan bahwa penanganan kerusakan jembatan di Kecamatan Tanah Merah ini turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan. Hal ini dipandang perlu karena kerusakan jembatan berpotensi menimbulkan risiko bencana, terutama saat debit air sungai meningkat.
“Kami masih proses sama BPBD,” terangnya.
Sebagai langkah strategis, PUPR Bangkalan juga tengah menyiapkan pengajuan usulan penanganan langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Diharapkan, dukungan anggaran dari pusat dapat mempercepat proses perbaikan ketiga jembatan tersebut.
“Kami coba usulkan ke BNPB agar bisa ada penanganan langsung,” ujar Rizal.
Warga berharap upaya pemerintah ini segera membuahkan hasil nyata. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pertanian. Semakin lama dibiarkan, risiko kerusakan semakin besar dan dapat membahayakan masyarakat yang melintas setiap hari.
Robin








Komentar