Astaga Diduga Ambulans Sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan Diperuntukkan Sebagai Ambulans Rujukan Dengan Spesifikasi ICU mini Hilang Tanpa Jejak Perlengka

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi anggaran Rumah Sakit (RS) Anatototi pada tahun anggaran 2022–2023 tercatat mencapai lebih dari Rp9 miliar. Sementara pada tahun 2025, alokasi anggaran kembali dikucurkan dengan nilai lebih dari Rp3 miliar. Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, muncul pertanyaan serius terkait pengadaan satu unit ambulans melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022 senilai Rp1 miliar lebih.

Ambulans yang dimaksud diketahui dianggarkan sebesar Rp1 Milyar 250 juta dan diperuntukkan sebagai ambulans rujukan dengan spesifikasi ICU mini. Dalam dokumen pengadaan, ambulans tersebut seharusnya dilengkapi berbagai peralatan medis penunjang layanan gawat daruratan.

Dalam pengadaan tahun 2022 itu, ambulans sudah dilengkapi alat-alat medis lengkap. Ada tensi meter, stetoskop, tabung oksigen, alat pacu jantung, lemari obat, tiang infus, kotak P3K, hingga alat bedah minor set,” ungkap seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, kepada media ini.

Baca Juga :  Gelar Kompetisi Code Blue Regional, RSUD Muhammad ZYN Sampang Tunjukkan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

 

Selain itu, ambulans tersebut juga dilengkapi cairan infus beserta slang infus, peralatan pendukung lainnya, serta kelengkapan standar medis sesuai spesifikasi ICU mini.

Namun fakta di lapangan saat ini, sejumlah alat medis yang sebelumnya tercantum dalam pengadaan tersebut diduga sudah tidak berada di dalam ambulans.

Sekarang alat-alat itu sudah tidak ada. Kondisi ambulans tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal pengadaan. Ini yang menjadi tanda tanya besar, ujar narasumber yang tidak mau menyebutkan namanya.

Baca Juga :  Gelombang Kebaikan di Sampang! H. Munadi Berbagi untuk 400 Anak Yatim dan Duafa di Bulan Suci

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap keberadaan dan pemeliharaan seluruh aset pengadaan berada pada manajemen rumah sakit, khususnya Direktur RS Anatototi sebagai penanggung jawab utama.

Kalau alat-alat itu hilang atau tidak jelas keberadaannya, Direktur Rumah Sakit harus bertanggung jawab. Itu barang negara, dibeli dengan uang negara, tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RS Anatototi maupun Direktur Rumah Sakit terkait dugaan hilangnya kelengkapan alat medis pada ambulans( Dana DAK ) tersebut.

Redaksi//

Angkatberita.id 

Red ( Ellon)

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru