Aceh Timur / angkatberita.id – Polemik internal mencuat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Matang Pineung, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Sejumlah karyawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mengaku kebingungan lantaran kepala dapur disebut jarang masuk kerja hampir satu bulan terakhir.
SPPG tersebut merupakan bagian dari program Badan Gizi Nasional (BGN) dan dikelola oleh Yayasan Membangun Mitra Mandiri Bersama dengan total sekitar 47 karyawan yang bertugas dalam operasional dapur MBG.
Senin (2/3/2026), sejumlah wartawan melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi ke lokasi SPPG di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh. Kunjungan tersebut bertujuan memantau langsung aktivitas dapur serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Dari hasil pemantauan, aktivitas dapur terpantau tetap berjalan normal. Namun, muncul keluhan dari sejumlah karyawan terkait kepemimpinan internal.
“Kami hanya ingin ada kejelasan dan pengawasan. Kalau ada persoalan seperti ini, kami harus mengadu ke siapa?” ujar salah satu staf dapur yang enggan disebutkan namanya.
Karyawan lainnya mengungkapkan bahwa mereka sempat mencoba menghubungi kepala dapur, Rahmah Yanti, namun nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kepala dapur sedang sakit, namun menurut karyawan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada tim dapur.
“Kami seperti kehilangan arah. Kalau memang sakit, setidaknya ada pemberitahuan resmi atau surat keterangan, supaya kami juga memahami kondisinya,” kata salah satu pekerja.
Sejumlah karyawan berharap pihak yayasan segera melakukan evaluasi atau penunjukan pelaksana tugas agar koordinasi di dapur berjalan optimal.
Tim wartawan juga meminta Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh Timur serta pihak yayasan untuk melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap manajemen SPPG tersebut. Langkah itu dinilai penting guna menjaga kualitas pelayanan serta memastikan program strategis nasional berjalan profesional dan transparan.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang terstandar. Karena itu, pengelolaannya diharapkan bebas dari polemik internal yang dapat berdampak pada pelayanan kepada penerima manfaat.
Sementara itu, perwakilan SPPG menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Pertemuan dengan media dan aliansi masyarakat disebut sebagai bagian dari komitmen transparansi.
“Audiensi ini merupakan bagian dari upaya menjaga keterbukaan. Kami menerima kritik dan saran. Jika ada kendala, kami berharap ada komunikasi dan koordinasi agar tidak terjadi miskomunikasi,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada kepala dapur Rahmah Yanti melalui pesan dan panggilan WhatsApp belum mendapat respons. Redaksi menyatakan akan memuat tanggapan yang bersangkutan apabila telah memberikan klarifikasi resmi.






Komentar