Gara-gara QRIS, Oknum TNI Diduga ‘Panggil Pasukan’ Suami Pemilik Warung Nyaris Dikeroyok

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 14:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta || angkatberita – Media sosial dihebohkan dugaan aksi arogan yang melibatkan oknum TNI aktif di sebuah warung di Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi di Warung Madura DRP Toko Adi Jaya, Minggu, 3 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar di grup pemilik warung, korban merupakan warga Dapenda, Kecamatan Batang-Batang.

Insiden bermula dari transaksi pembelian rokok menggunakan QRIS. Diduga terjadi kekeliruan nominal atau gangguan sistem pembayaran, sehingga terjadi perdebatan antara pelanggan dengan penjaga warung perempuan.

Situasi memanas setelah suami penjaga warung terpancing emosi. Ia tidak terima istrinya diperlakukan dengan ucapan yang dianggap merendahkan. Dalam narasi yang beredar, pelanggan tersebut diduga melontarkan kalimat yang menyinggung kemampuan bayar pihak warung.

Baca Juga :  Adpel KB Samsat Bangkalan Tegaskan Pelayanan Mudah, Transparan, dan Humanis

Adu mulut kemudian berujung pada dugaan tindak kekerasan. Penjaga warung dan suaminya disebut nyaris menjadi korban pemukulan di lokasi.

Tidak berhenti di situ, pelanggan yang diduga oknum TNI aktif tersebut dikabarkan langsung menghubungi rekan-rekannya dari kesatuan.

Tak lama, sekitar 15 orang mendatangi warung. Kedatangan rombongan itu diduga disertai intimidasi dan ancaman. Suami pemilik warung disebut nyaris dikeroyok di tempat.

Baca Juga :  Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim

Akibat kericuhan, sejumlah barang dagangan dilaporkan rusak karena terinjak-injak. Korban juga disebut sempat dibawa pergi oleh kelompok tersebut, memicu keresahan warga terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Warganet ramai mengecam dugaan tindakan arogan oknum aparat tersebut. Desakan agar Polri, Pomdam, dan Mabes TNI segera mengusut kasus ini membanjiri media sosial.

Hingga Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian, Pomdam, maupun institusi TNI terkait dugaan keterlibatan anggotanya. Identitas pelanggan yang disebut sebagai oknum TNI aktif juga belum terkonfirmasi.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru